Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati Kukar Haji Rendi Solihin melanjutkan agenda silaturahmi dan dialog bersama para Ketua RT se-Kecamatan Samboja dan Samboja Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Kaltim Park, Kuala Samboja, Minggu (21/12/2025), sebagai bagian dari evaluasi program pembangunan berbasis lingkungan di tingkat rukun tetangga.
Dalam pertemuan itu, Bupati Aulia menegaskan bahwa dialog langsung dengan para Ketua RT menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satu fokus utama pembahasan adalah evaluasi pelaksanaan dana Rp50 juta per RT dalam program Kukar Idaman, yang ke depan direncanakan meningkat menjadi Rp150 juta per RT melalui program Kukar Idaman Terbaik.
“Hari ini kami melanjutkan silaturahmi kerja di kecamatan, khususnya bertemu para Ketua RT untuk mengevaluasi pelaksanaan dana Rp50 juta per RT yang selama ini berjalan,” ujar Aulia Rahman Basri di hadapan peserta dialog.
Ia menjelaskan, peningkatan anggaran menjadi Rp150 juta per RT bukan sekadar penambahan nominal, tetapi harus dibarengi dengan sistem pelaksanaan yang tepat sasaran dan akuntabel. Oleh karena itu, masukan langsung dari para Ketua RT menjadi sangat penting dalam merumuskan kebijakan lanjutan.
“Kita ingin memastikan metode implementasi dana Rp150 juta ini benar-benar tepat sasaran. Niat kami bersama Pak Haji Rendi adalah menghadirkan pemerintah di tengah-tengah masyarakat, agar warga benar-benar merasakan kehadiran dan perhatian pemerintah,” tegasnya.
Menurut Aulia, Ketua RT merupakan ujung tombak pemerintahan yang paling dekat dengan warga. Melalui dialog ini, pemerintah ingin mengetahui secara langsung berbagai kendala yang selama ini dihadapi di lapangan, mulai dari persoalan administrasi hingga kebutuhan pembangunan lingkungan.
“Kami menanyakan langsung apa kendala mereka, apa masalah yang sering dihadapi, dan itu akan kita coba selesaikan bersama,” katanya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa permasalahan yang disampaikan Ketua RT di Samboja dan Samboja Barat memiliki kesamaan dengan wilayah kecamatan lain di Kukar. Hal tersebut menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun solusi yang bersifat menyeluruh.
“Sebagian besar masalah dari hampir 20 kecamatan itu sama. Ini yang akan kami rumuskan solusinya melalui peraturan bupati dan petunjuk teknis (juknis) yang nantinya akan kami sampaikan kepada seluruh Ketua RT,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kukar Haji Rendi Solihin menambahkan bahwa peningkatan dana RT diharapkan mampu mempercepat pembangunan lingkungan, meningkatkan partisipasi warga, serta memperkuat peran RT sebagai penggerak pembangunan di tingkat paling bawah.
Melalui forum silaturahmi dan dialog ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menegaskan komitmennya untuk terus menyempurnakan kebijakan berbasis aspirasi masyarakat, demi mewujudkan Kukar yang lebih responsif, inklusif, dan berkelanjutan.



