Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati H. Rendi Solihin melakukan kunjungan ke Rumah Bahagia Samboja yang berlokasi di Kelurahan Sungai Seluang, Kecamatan Samboja, Minggu (21/12/2025). Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap program penanganan stunting yang digagas melalui kolaborasi lintas sektor, salah satunya bersama Pertamina EP Sanga-Sanga Field.
Rumah Bahagia Samboja merupakan fasilitas pengasuhan anak yang difokuskan pada upaya pencegahan dan penanganan stunting, sejalan dengan visi misi Kukar Idaman, khususnya dalam mewujudkan balita yang sehat, bergizi, dan cerdas. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga sebagai pusat intervensi gizi dan pemantauan tumbuh kembang balita.
Community Development Officer Pertamina EP Sanga-Sanga Field, Sarah Dhea, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas apresiasi yang diberikan pemerintah daerah terhadap program tersebut. Menurutnya, dukungan Bupati Kukar menjadi motivasi besar bagi pihak perusahaan dan seluruh tim pelaksana.
“Kalau dari kami Pertamina EP Sanga-Sanga Field tentu sangat senang karena program ini disambut dengan baik. Tujuan Rumah Bahagia ini sejalan dengan visi Kukar Idaman, khususnya Balita Sehat, Gizi, dan Cerdas,” ujar Sarah.
Ia menjelaskan, Rumah Bahagia secara khusus menangani anak-anak dengan risiko stunting yang dikategorikan berdasarkan kondisi gizi, seperti berat badan tidak naik, berat badan turun, hingga gizi kurang. Anak-anak tersebut mendapatkan pengasuhan intensif selama maksimal 56 hari.
“Alhamdulillah, dari 56 anak yang kami dampingi, saat ini 40 anak sudah mengalami kenaikan berat badan. Ini menunjukkan hasil yang cukup signifikan,” jelasnya.
Sarah menambahkan, pembangunan Rumah Bahagia dimulai sejak Agustus hingga September 2025, sementara pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dimulai pada Oktober dengan beberapa fase, mulai 14 hari, 28 hari, hingga 56 hari. Meski masa PMT telah selesai, fasilitas ini tetap akan difungsikan sebagai perpustakaan anak, pojok belajar, dan taman bermain.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menilai Rumah Bahagia sebagai langkah awal yang sangat penting dalam menjawab persoalan tumbuh kembang anak. Ia menegaskan bahwa persoalan anak tidak bisa dilihat hanya dari sisi ekonomi semata.
“Kalau kita bicara soal anak-anak, mengatasinya itu lebih berat daripada mengatasi kemiskinan. Variabelnya bukan hanya ekonomi, tapi juga pola asuh dan kebiasaan keluarga,” ujar Aulia.
Ia menyoroti fenomena pola asuh yang kurang tepat, seperti pemberian gawai dan makanan instan, yang berdampak pada pemenuhan gizi anak. Menurutnya, gangguan tumbuh kembang tidak hanya berpengaruh pada fisik, tetapi juga perkembangan otak.
“Kalau tubuhnya tidak berkembang, otaknya juga tidak berkembang. Ini masa emas. Karena itu saya menilai ini sebagai amal jariah yang luar biasa dari Pertamina,” tegasnya.
Aulia dan Rendi berharap program Rumah Bahagia dapat terus berlanjut dan menjadi contoh bagi wilayah lain, khususnya dalam membangun kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan generasi Kukar yang sehat dan berkualitas.(Zy)


