Pemkab Kukar Resmikan Pasar Tangga Arung Square Awal Januari, 703 Kios Terapkan Transaksi Non-Tunai

redaksi

High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Pendopo Odah Etam, Senin (22/12/2025).

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memastikan akan meresmikan Pasar Tangga Arung Square pada awal Januari 2026. Pasar modern yang berlokasi di jantung Kota Tenggarong tersebut disiapkan sebagai pusat aktivitas ekonomi baru dengan penerapan sistem transaksi non-tunai sebagai bagian dari percepatan digitalisasi keuangan daerah.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Pendopo Odah Etam, Senin (22/12/2025).

“Insya Allah di awal Januari kita akan meresmikan Pasar Tangga Arung yang sekarang kita beri nama Tangga Arung Square. Di sana terdapat sekitar 703 kios, dan harapan kita transaksi di kawasan pasar ini bisa dilakukan secara non-tunai,” ujar Aulia.

Menurut Aulia, penerapan transaksi non-tunai di Pasar Tangga Arung Square merupakan langkah strategis Pemkab Kukar dalam mendukung program TP2DD, sekaligus mendorong transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah. Ia menegaskan, sistem pembayaran digital akan diterapkan tidak hanya untuk transaksi jual beli, tetapi juga untuk pembayaran sewa kios.

“Kita sudah mengatur agar pembayaran kios di Tangga Arung Square dilakukan secara non-tunai. Ini penting untuk mengurangi potensi kebocoran dan memudahkan pengawasan transaksi,” jelasnya.

Aulia juga berharap dukungan aktif dari sektor perbankan dalam mendampingi para pedagang agar dapat beradaptasi dengan sistem pembayaran digital. Menurutnya, digitalisasi pasar tidak hanya berdampak pada tata kelola keuangan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan masyarakat.

“Kami berharap teman-teman perbankan bisa membantu pendampingan. Tujuannya agar pedagang merasa nyaman dan sistem ini benar-benar berjalan,” katanya.

Lebih lanjut, Bupati menyebut Pasar Tangga Arung Square akan menjadi salah satu titik penilaian penting dalam evaluasi pelaksanaan TP2DD di Kukar. Keberhasilan penerapan transaksi non-tunai di pasar rakyat dinilai dapat menjadi contoh bagi pasar-pasar lain di wilayah Kukar.

“Ini bisa menjadi salah satu indikator penilaian TP2DD kita. Kalau pasar rakyat saja sudah non-tunai, tentu ini menjadi nilai tambah bagi daerah,” tegas Aulia.

Selain mendukung digitalisasi, keberadaan Pasar Tangga Arung Square juga diharapkan mampu memperkuat stabilitas ekonomi daerah, khususnya dalam menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan bahan pokok. Hal ini sejalan dengan upaya Pemkab Kukar dalam mengendalikan inflasi, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Aulia menambahkan, modernisasi pasar melalui sistem digital juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih transparan, efisien, dan inklusif, tanpa meninggalkan peran pasar rakyat sebagai penggerak ekonomi masyarakat kecil.

“Harapan kita, Tangga Arung Square bukan hanya menjadi pasar yang nyaman dan modern, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pasar rakyat bisa bertransformasi mengikuti perkembangan zaman,” pungkasnya.(Zy)

Baca juga

Bagikan:

Tags