Antisipasi Cuaca Ekstrem, Bupati Aulia Tekankan Jaminan Pasokan Pangan Hingga Wilayah Terujung Kukar

redaksi

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Tenggarong, Senin (22/12/2025).

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan langkah antisipatif menghadapi cuaca ekstrem dan potensi banjir yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan pangan tetap aman dan tidak terjadi kelangkaan, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Tenggarong, Senin (22/12/2025).

Aulia mengungkapkan, tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir berpotensi menimbulkan banjir di beberapa titik di Kutai Kartanegara. Kondisi ini perlu diantisipasi secara serius agar tidak mengganggu jalur distribusi bahan pokok ke masyarakat.

“Kita sudah berdiskusi dengan Pak Sekda terkait curah hujan yang tinggi. Ada potensi banjir di beberapa wilayah dan ini harus kita antisipasi sejak dini,” ujarnya.

Menurut Aulia, salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan jalur logistik ke kecamatan hingga daerah terujung tidak terganggu, meskipun terjadi bencana alam atau gangguan cuaca ekstrem. Ia meminta perangkat daerah terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum, untuk memastikan kondisi infrastruktur jalan dan jalur distribusi tetap layak dilalui.

“Pasokan pangan harus sampai ke wilayah terujung. Jangan sampai karena banjir atau cuaca ekstrem, distribusi terhambat dan terjadi kelangkaan,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Kukar juga berencana menggelar rapat koordinasi (rakor) khusus untuk membahas potensi banjir serta strategi penanganan dan mitigasi yang akan dilakukan. Rakor tersebut diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di seluruh wilayah Kukar.

Aulia menekankan, pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan harga, tetapi juga ketersediaan barang di lapangan. Oleh karena itu, kesiapan menghadapi kondisi darurat menjadi bagian penting dari tugas rutin TPID.

“TPID ini bukan pekerjaan tambahan, tapi pekerjaan rutin kita. Bagaimana memastikan distribusi lancar dan pasokan aman, meskipun ada tantangan cuaca dan kondisi alam,” jelasnya.

Dengan langkah antisipatif tersebut, Pemkab Kukar optimistis stabilitas harga dan ketersediaan pangan dapat terus terjaga, sehingga masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa khawatir terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga.(Zy)

Baca juga

Bagikan:

Tags