DISTRIKNEWS.CO – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri mendorong optimalisasi pemanfaatan Aplikasi Mandau sebagai instrumen digital dalam pengendalian harga bahan pokok di daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan TP2DD yang digelar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Senin (22/12/2025).
Aulia menilai, kehadiran Aplikasi Mandau merupakan langkah strategis dalam menyediakan data harga pangan yang akurat dan terintegrasi. Namun demikian, ia menekankan perlunya kewenangan bagi pemerintah kabupaten untuk melakukan penyesuaian data sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Kami menyambut baik adanya Aplikasi Mandau. Tapi harapannya, kabupaten juga diberi ruang sebagai admin untuk menyesuaikan data harga sesuai kondisi di Kutai Kartanegara,” ujar Aulia.
Menurutnya, perbedaan kondisi pasar di setiap daerah berpotensi menyebabkan selisih data apabila pengelolaan hanya terpusat di tingkat provinsi. Oleh karena itu, keterlibatan pemerintah kabupaten dinilai penting agar data yang ditampilkan benar-benar mencerminkan harga yang berlaku di masyarakat.
“Bisa saja terjadi perubahan harga di Kukar, sementara datanya masih data provinsi. Ini yang harus kita hindari agar pengambilan kebijakan tidak keliru,” jelasnya.
Aulia menegaskan, kewenangan penyesuaian data tersebut hanya berlaku untuk wilayah masing-masing, tanpa mencampuri data kabupaten atau kota lain. Dengan demikian, sistem tetap terjaga namun lebih responsif terhadap dinamika lokal.
Selain sebagai alat pemantau harga, Aplikasi Mandau juga diharapkan mampu menjadi sarana pengawasan terhadap distribusi bahan pokok. Dengan data yang transparan, pemerintah dapat lebih cepat mendeteksi potensi kelangkaan maupun lonjakan harga.
“Kalau datanya jelas dan bisa kita pantau, maka intervensi bisa dilakukan lebih cepat. Ini penting untuk menjaga stabilitas harga, terutama menjelang hari besar keagamaan,” katanya.
Melalui penguatan peran daerah dalam pengelolaan Aplikasi Mandau, Pemkab Kukar optimistis upaya pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif. Digitalisasi data harga pangan pun diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah dan melindungi daya beli masyarakat.(Zy)


