Distriknews.co – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga demokrasi, keterbukaan, dan transparansi organisasi pada pelaksanaan Konferensi PWI Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2025–2028 yang digelar di Gedung Serbaguna RPK, Sabtu (28/12/2025).
Ketua PWI Kalimantan Timur, Abdurrahman Amin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PWI Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah menuntaskan masa bakti kepengurusan periode 2023–2025 serta menyelenggarakan konferensi sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi.
“Konferensi ini bukan hanya soal pemilihan ketua, tetapi juga momentum penting untuk menyusun program kerja yang akan dilaksanakan selama tiga tahun ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa PWI sebagai organisasi profesi wartawan memiliki tanggung jawab moral sebagai pilar keempat demokrasi. Oleh karena itu, seluruh proses pemilihan dan pengambilan keputusan organisasi harus menjadi contoh praktik demokrasi yang terbuka dan transparan.
“Pers adalah instrumen demokrasi. Maka proses demokratisasi di internal PWI harus dilakukan secara terbuka dan transparan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdurrahman Amin juga menyampaikan permohonan maaf atas adanya penyesuaian jadwal pelaksanaan konferensi yang semula direncanakan pada 22 Desember dan baru terlaksana pada 28 Desember 2025. Menurutnya, penundaan dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian agar seluruh keputusan yang diambil memiliki legitimasi yang kuat.
“Kami melakukan konsultasi dengan PWI Pusat agar setiap keputusan benar-benar memiliki pijakan hukum dan organisasi yang sah,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi program kerja antara PWI Provinsi dengan PWI kabupaten/kota, khususnya di Kutai Kartanegara yang selama ini menjadi satu-satunya organisasi profesi wartawan di daerah tersebut.
Selain itu, PWI Kaltim terus mendorong revitalisasi aset organisasi, termasuk perawatan kantor sekretariat PWI Kaltim di Jalan Biola, Samarinda, yang telah digunakan sejak puluhan tahun lalu guna mendukung peningkatan kapasitas dan profesionalisme wartawan.
Ketua PWI Kaltim menekankan bahwa tantangan utama organisasi wartawan saat ini terletak pada peningkatan kompetensi dan kesejahteraan. Namun, menurutnya, kesejahteraan harus dicapai melalui peningkatan kompetensi, bukan sebaliknya.
“Jika kompetensi baik, kesejahteraan akan datang dengan sendirinya. Wartawan harus dibekali keterampilan, pengetahuan, dan kepekaan sosial,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pers tidak hadir untuk menyenangkan penguasa, melainkan menyampaikan realitas kehidupan masyarakat di lapangan serta menangkap emosi publik untuk mengetuk empati para pemangku kebijakan.
Menutup sambutannya, ia berpesan kepada ketua PWI Kukar terpilih agar memaknai jabatan sebagai amanah yang bersifat periodik.
“Jabatan itu sementara. Namun cara kita memperlakukan sesama pengurus dan anggota akan melekat hingga akhir hayat,” pungkasnya.



