TENGGARONG – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, meresmikan Taman Musik Tenggarong yang berlokasi di pusat kota, Selasa (30/12/2025). Peresmian berlangsung meriah dan turut dihadiri Sultan Kutai Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin, Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kukar.
Prosesi peresmian diawali dengan pelepasan pita bertuliskan nama Taman Musik dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Kukar sebagai simbol resmi dibukanya ruang publik tersebut untuk masyarakat. Kehadiran Taman Musik diharapkan menjadi ikon baru kota Tenggarong sekaligus ruang kreatif bagi pelaku seni dan budaya lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Aulia menjelaskan bahwa pembangunan Taman Musik Tenggarong merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan ruang publik yang representatif dan bernilai ekonomi. Menurutnya, taman ini dirancang sebagai magnet baru yang mampu menarik kunjungan masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah.
“Dengan adanya taman musik di tengah kota, kami berharap aktivitas seni dan pertunjukan musik lokal semakin hidup. Kehadiran pengunjung tentu akan berdampak langsung terhadap peningkatan omzet UMKM di sekitarnya,” ujar Aulia.
Ia menambahkan, Pemkab Kukar terus berkomitmen mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan ruang-ruang strategis. Kawasan Taman Musik Tenggarong direncanakan menjadi salah satu pusat kegiatan seni, budaya, dan hiburan yang masuk dalam kalender pariwisata tahunan Kukar.
Bupati Aulia juga meluncurkan kalender pariwisata daerah. Menurutnya, penguatan kalender pariwisata akan menciptakan agenda kegiatan yang lebih terjadwal dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sepanjang tahun.
Selain itu, ia juga mulai mengembangkan konsep pariwisata berbasis transportasi air sungai. Aulia menyebut Sungai Mahakam memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wahana rekreasi sekaligus memperkuat identitas budaya dan sejarah daerah.
“Pengembangan sektor pariwisata ini menjadi strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada sektor ekstraktif, khususnya pertambangan. Kami ingin ekonomi Kukar tumbuh lebih berkelanjutan,” tegasnya.
Aulia berharap ke depan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM dapat membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara secara inklusif dan berkelanjutan.



