Penggiat Seni Sambut Positif Peresmian Taman Musik Tenggarong, Jadi Ruang Ekspresi dan Pelestarian Budaya

redaksi

Distriknews.co – Peresmian Taman Musik Tenggarong mendapat sambutan positif dari kalangan penggiat seni dan musik lokal. Keberadaan ruang publik khusus seni tersebut dinilai menjadi angin segar bagi pelaku seni daerah dalam mengekspresikan kreativitas sekaligus melestarikan budaya lokal.

Pembina Grup Musik Takeru, Abdul Ghaffar, mengatakan hadirnya Taman Musik merupakan harapan lama para penggiat seni di Tenggarong. Menurutnya, taman ini menjadi wadah yang tepat bagi musisi dan seniman untuk menampilkan karya mereka secara terbuka kepada masyarakat.

“Pokoknya top, mantap. Memang seperti inilah yang diharapkan, adanya wadah khusus berupa Taman Musik. Ke depan pasti akan ada acara-acara tertentu yang digelar di sini,” ujar Abdul Ghaffar, Selasa (30/12/2025).

Ia menilai, Taman Musik disambut baik oleh masyarakat Tenggarong karena menambah pilihan ruang publik yang bersifat edukatif dan rekreatif. Dengan adanya taman ini, fasilitas ruang terbuka hijau di Tenggarong semakin lengkap dan beragam.

“Warga Tenggarong menyambutnya dengan baik. Sudah ada beberapa taman, ditambah Taman Musik ini tentu semakin baik dan hidup,” katanya.

Menurut Abdul Ghaffar, Taman Musik tidak hanya berfungsi sebagai tempat hiburan, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan berjejaring bagi komunitas seni lokal. Ke depan, taman ini diharapkan dapat diisi dengan berbagai pertunjukan musik dan kegiatan seni secara bergilir.

“Penggiat musik Tenggarong bisa tampil bergantian di sini. Mungkin nanti ada event-event tertentu, meskipun jadwal rutinnya masih belum ditetapkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini komunitasnya masih menjalankan agenda rutin pertunjukan musik di kawasan Titik Nol Tenggarong setiap malam Kamis. Sementara untuk Taman Musik, kegiatan masih bersifat wacana dan akan diperkuat secara bertahap.

“Kalau di Titik Nol sudah rutin setiap malam Kamis. Kalau di sini masih perencanaan, tapi ke depan pasti akan ada penguatan jadwal,” ungkapnya.

Sebagai penggiat seni yang telah aktif selama kurang lebih tiga tahun, Abdul Ghaffar menceritakan perjalanan komunitasnya yang berawal dari peralatan sederhana hingga berkembang berkat dukungan berbagai pihak.

“Awalnya hanya akustik sederhana, dua gitar dan bas. Pelan-pelan ada bantuan dari donatur dan pihak lain, sehingga peralatan kami bertambah,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa fokus utama Grup Musik Takeru adalah pelestarian musik dan lagu-lagu daerah Kutai. Menurutnya, identitas budaya lokal harus terus dijaga agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Basis kami tetap musik Kutai, lagu daerah. Itu yang menjadi ciri dan kekuatan utama kami,” tegasnya.

Abdul Ghaffar juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terhadap pengembangan seni dan budaya, termasuk penyediaan ruang publik serta program seniman masuk sekolah.

“Pemerintah sudah memfasilitasi ruang untuk tari, musik, dan seni lainnya. Tinggal bagaimana anak-anak muda memanfaatkannya,” katanya.

Ia berharap ke depan komunitas seni di Tenggarong semakin aktif dan solid dalam mengisi ruang-ruang kreatif yang telah disediakan pemerintah.

“Pemerintah sudah cukup berbuat. Terima kasih karena sudah memberi ruang seperti ini, karena itulah yang sebenarnya kami cari,” pungkasnya.(Zy)

Baca juga

Bagikan:

Tags