DISTRIKNEWS.CO – Kebakaran terjadi di Jl. Suka Lima RT 5, Desa Anggana, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Minggu (4/1/2026) dini hari. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.30 WITA itu menghanguskan lima unit rumah semi permanen dan menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, api pertama kali terlihat oleh warga sekitar sekitar pukul 02.25 WITA dan dengan cepat membesar. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke posko pemadam kebakaran.
Petugas Damkarmatan Pos Kecamatan Anggana langsung bergerak ke lokasi kejadian dengan menggunakan alat pelindung diri (APD). Tim pemadam tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 02.34 WITA dan segera melakukan upaya pemadaman.
Kepala Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, menyampaikan bahwa proses pemadaman berjalan relatif cepat berkat respons awal warga dan koordinasi lintas instansi.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman pada titik api,” ujar Fida.
Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 03.05 WITA. Selanjutnya, petugas melakukan penyisiran sisa titik api dan pendinginan hingga pukul 04.00 WITA untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.
Dalam kejadian tersebut, Damkarmatan Kukar mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran lengkap dengan selang dan peralatan pendukung. Sebanyak tujuh personel terlibat langsung dalam operasi pemadaman.
Selain petugas Damkarmatan, proses penanganan kebakaran juga melibatkan Relawan Damkar (Redkar) Sidomulyo, AFR Anggana, PMI Kecamatan Anggana, serta anggota Polsek Anggana.
Data sementara mencatat lima kepala keluarga dengan total 19 jiwa terdampak. Selain satu korban jiwa, terdapat dua korban luka-luka akibat peristiwa tersebut. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, dan nilai kerugian material belum dapat dipastikan.
Damkarmatan Kukar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada jam-jam rawan dini hari, guna mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.


