Bupati dan Wakil Bupati Kukar Resmikan Tangga Arung Square, Perkuat Pasar Rakyat Berbasis Ruang Publik

redaksi

DISTRIKNEWS.CO – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menggelar apel gabungan yang dirangkai dengan peresmian Tangga Arung Square, Ruang Terbuka Hijau (RTH), serta Mushola Al Mujahirin di halaman Pasar Tangga Arung Square, Jalan Danau Semayang, Tenggarong, Senin (5/1/2025). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pemanfaatan kawasan baru yang disiapkan sebagai pusat ekonomi sekaligus ruang publik masyarakat.

Apel gabungan tersebut diikuti oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), pengelola pasar, serta unsur terkait lainnya. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menata kawasan pasar agar lebih tertib, modern, dan nyaman bagi masyarakat.

Bupati Aulia menyampaikan bahwa revitalisasi Pasar Tangga Arung merupakan salah satu janji politik dalam program Kukar Idaman, yang kini dituntaskan melalui implementasi Kukar Idaman Terbaik. Menurutnya, pasar ini tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga ditata dari sisi pengelolaan dan fungsi sosialnya.

“Pasar Tangga Arung ini kita revitalisasi dan hari ini sudah siap dipergunakan. Total ada 703 lapak yang disediakan, dan Alhamdulillah sebagian besar sudah terisi oleh pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Tangga Arung lama,” ujar Aulia dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, Tangga Arung Square mengusung konsep pasar tradisional semi-modern, di mana nuansa pasar rakyat tetap dipertahankan, namun dilengkapi dengan fasilitas yang lebih baik. Penataan tersebut meliputi kebersihan, kenyamanan pengunjung, serta akses yang lebih tertib bagi pedagang dan pembeli.

“Pasar ini kita upgrade menjadi pasar semi-modern tanpa meninggalkan ciri khas pasar tradisional Tenggarong. Harapannya, aktivitas ekonomi bisa tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Aulia juga menegaskan bahwa pasar ini disiapkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pedagang yang berjualan tidak hanya berasal dari Tenggarong, tetapi juga dari berbagai kecamatan di Kutai Kartanegara. Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat perputaran ekonomi daerah.

Terkait pengelolaan lapak, Pemkab Kukar berkomitmen mencegah praktik-praktik manipulatif. Pemerintah tidak mengizinkan satu orang menguasai banyak lapak untuk kemudian disewakan kepada pihak lain.

“Yang berjualan di sini harus benar-benar pedagang. Kalau satu bulan tidak ada aktivitas jual beli, lapaknya akan kami tarik kembali,” tegas Aulia.

Selain pasar, Pemkab Kukar juga meresmikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Mushola Al Mujahirin sebagai fasilitas pendukung kawasan. Keberadaan RTH diharapkan menjadi ruang interaksi sosial masyarakat, sementara mushola disiapkan untuk menunjang kebutuhan ibadah pedagang dan pengunjung.

“Ini bukan hanya soal pasar, tetapi bagaimana kita menghadirkan ruang publik yang nyaman, tertata, dan ramah bagi masyarakat. Kawasan ini kita bangun sebagai pusat ekonomi sekaligus ruang kebersamaan,” pungkasnya.(Zy)

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?