Distriknews.co, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong masuknya investasi skala besar guna memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satu investor nasional yang saat ini serius menjajaki Kutai Kartanegara adalah Pakuwon Group, pengembang pusat perbelanjaan ternama di Indonesia.
Wakil Bupati Kukar, H. Rendi Solihin, mengatakan penjajakan tersebut merupakan tindak lanjut dari beberapa kali pertemuan antara Pemkab Kukar dan manajemen Pakuwon Group, termasuk pertemuan yang sempat dilakukan di Jakarta.
“Tindak lanjut dari beberapa kali pertemuan kami dengan manajemen Pakuwon Group, insya Allah yang akan masuk ke Kutai Kartanegara, kalau berjodoh, adalah Pakuwon,” ujar Rendi, Rabu (7/1/2026).
Rendi menjelaskan, Pakuwon Group dikenal sebagai salah satu pengembang besar yang telah membangun berbagai pusat perbelanjaan modern di kota-kota besar Indonesia. Pakuwon memiliki beberapa tipe pengembangan mal, mulai dari City Mall, City Centrum, hingga Park Mall yang merupakan tipe tertinggi.
“Park Mall itu hanya ada di Surabaya dan Jakarta. Sementara City Mall sudah ada di beberapa kota besar, termasuk yang baru-baru ini di Bontang,” jelasnya.
Menurut Rendi, minat Pakuwon Group berinvestasi di Kutai Kartanegara bukan sekadar rencana jangka pendek. Developer tersebut disebut mencari lahan untuk dibeli, bukan disewa, sebagaimana pola investasi yang mereka terapkan di daerah lain.
“Mereka mencari lahan untuk dibeli, sama seperti yang dilakukan di Bontang. Jadi ini investasi jangka panjang,” katanya.
Ia mengungkapkan, kehadiran pusat perbelanjaan modern di daerah terbukti mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Sebagai contoh, Kota Bontang disebut mampu meraih PAD hingga sekitar Rp2 miliar per tahun dari keberadaan mal, termasuk dari operasional bioskop.
“Dari bioskop saja bisa mencapai sekitar Rp1,2 miliar per tahun. Artinya dampaknya besar terhadap PAD, sekaligus membuka peluang lapangan pekerjaan yang sangat tinggi,” ungkap Rendi.
Rendi menambahkan, pembangunan satu pusat perbelanjaan berskala besar diperkirakan dapat menyerap hingga 1.500 tenaga kerja. Ia memastikan tenaga kerja lokal menjadi prioritas utama.
“Kita pastikan pekerja lokal yang akan diberdayakan. Ini salah satu tujuan utama kita menghadirkan investasi,” tegasnya.
Terkait lokasi pembangunan, Rendi memastikan Pemkab Kukar tidak akan mengganggu kawasan Pasar Tangga Arung yang saat ini menjadi pusat ekonomi baru masyarakat.
“Kami tidak akan mengganggu Pasar Tangga Arung. Pusat ekonomi itu tetap kita jaga. Kita justru mengembangkan wilayah lain,” katanya.
Saat ini, Pemkab Kukar telah menawarkan dua alternatif lokasi kepada pihak Pakuwon Group. Lokasi pertama berada di kawasan lahan ekonomi kreatif (Kekraf), yang disebut mendapat ketertarikan cukup tinggi dari investor. Sementara opsi kedua berada di wilayah Desa Jongkang.
“Kami menawarkan dua titik. Pertama di lahan Kekraf dan mereka cukup tertarik. Kedua di Desa Jongkang. Sekarang masih dalam tahap perhitungan dan appraisal dari pihak developer,” pungkasnya. (Zy)



