Distriknews.co, Tenggarong – Kepemimpinan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) memasuki babak baru setelah Prof. Dr. Ir. Ince Raden resmi dilantik sebagai Rektor untuk periode kedua. Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara, Kamis (8/1/2026), menjadi momentum penting bagi Unikarta dalam melanjutkan agenda penguatan kualitas akademik dan transformasi institusi.
Pelantikan tersebut turut mengukuhkan jajaran pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor I Dr. Sudirman, Wakil Rektor II Dr. H. Mubarak, serta Wakil Rektor III Dr. Zen Istiarsono. Formasi kepemimpinan ini diharapkan mampu mempercepat capaian visi Unikarta sebagai perguruan tinggi unggul di Kalimantan Timur.
Usai pelantikan, Prof. Ince Raden menyampaikan bahwa periode keduanya akan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia (SDM), khususnya dosen, sebagai fondasi utama peningkatan mutu pendidikan tinggi. Ia menegaskan, kampus harus mampu menjalankan tri dharma perguruan tinggi secara lebih konkret dan berdampak.
“Unikarta harus bisa menuju konkretisasi yang umum, baik di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penunjang yang lain, agar supaya kampus ini bisa menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” ujar Ince.
Ia mengungkapkan, salah satu tantangan utama Unikarta saat ini adalah komposisi dosen bergelar doktor yang masih berada di kisaran 30 persen. Ke depan, pihaknya menargetkan peningkatan signifikan hingga mencapai minimal 50 persen plus satu sebagai syarat penguatan kualitas akademik.
“Unikarta saat ini memang masih perlu pembenahan terutama di aspek SDM untuk meningkatkan jumlah dosen bergelar doktor,” jelasnya.
Selain doktor, penambahan jumlah profesor juga menjadi prioritas. Meski Unikarta tercatat sebagai universitas kedua di Kalimantan dengan jumlah profesor terbanyak, Ince menilai peran profesor masih perlu diperluas untuk mendorong percepatan riset, inovasi, dan transfer ilmu.
“Profesor ini memang penting karena nantinya bisa mentransformasikan ilmu mereka kepada masyarakat kita di Unikarta,” katanya.
Tak hanya dosen, transformasi juga diarahkan pada karakter mahasiswa. Ince menekankan bahwa lulusan Unikarta harus memiliki mental kewirausahaan dan tidak semata-mata berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN).
“Karena itu, visi kami tetap mendorong agar Unikarta menjadi kampus yang smart dan juga entrepreneur university,” tegasnya.
Ia berharap, transformasi karakter kampus yang modern, adaptif, dan berjiwa wirausaha dapat memperkuat peran Unikarta dalam mencetak generasi muda yang mandiri, inovatif, serta mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat luas.(Zy)



