Distriknews.co Kutai Kartanegara – Anggota DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara periode 2024-2029 dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmat Dermawan, menyoroti kondisi fiskal daerah yang sedang tertekan saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Sangasanga. Kegiatan itu diikuti unsur Forkopimda, Bappeda, Camat Sangasanga, para lurah, dan perwakilan masyarakat.
Rahmat menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah melakukan efisiensi di berbagai sektor. Di saat yang sama, APBD Kukar mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya, sementara kebutuhan pembangunan tetap harus dipenuhi.
Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa lagi hanya mengandalkan APBD untuk membiayai seluruh program. Menurutnya, diperlukan langkah kolaboratif dengan memaksimalkan seluruh potensi yang tersedia.
Rahmat mendorong pemanfaatan pembiayaan dari perusahaan melalui program CSR, serta dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat. Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci agar agenda pembangunan tetap berjalan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mengurangi ketergantungan pada sektor energi dan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Sangasanga dinilai perlu menyiapkan sektor alternatif yang berkelanjutan.
Sejak awal, Rahmat mengaku konsisten mendorong penguatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM sebagai motor pertumbuhan baru. Ia melihat pembangunan Ruang Terbuka Hijau Patung Bung Karno di Sangasanga sebagai peluang untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Ia mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut melalui kolaborasi dan partisipasi aktif. Rahmat juga menyampaikan bahwa pada 2026 pihaknya telah mengalokasikan dukungan bagi kelompok UMKM, pelaku seni, dan ekonomi kreatif guna mendukung berbagai gagasan masyarakat.
Dalam situasi fiskal yang menantang, ia menilai strategi kolaborasi dan diversifikasi ekonomi menjadi langkah penting agar pembangunan di Sangasanga tetap berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi warga.


