Empat Santri Khatam 30 Juz, Rumah Tahfidz Qur’an Saunah Kaltim Gelar Haflah Akhirussanah

redaksi

Distriknews.co Tenggarong – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai pelaksanaan Haflah Akhirussanah ke-VII Rumah Tahfidz Qur’an Saunah Kaltim yang digelar di halaman Kantor Yayasan, Jalan Mawar RT 12, Kelurahan Sukarame, Tenggarong, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini dirangkai dengan buka puasa bersama serta pemberian penghargaan kepada para santri yang telah mencapai target hafalan Al-Qur’an.

Haflah Akhirussanah merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para santri dalam menghafal Al-Qur’an. Pada pelaksanaan tahun ini, terdapat empat santri yang berhasil menuntaskan hafalan hingga 30 juz, yang menjadi pencapaian penting bagi lembaga pendidikan tersebut.

Ketua Yayasan Sauna Kaltim, Santi Maryana, mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten oleh para pembina dan pengajar di rumah tahfidz tersebut.

“Kurang lebih ada sekitar 40 santri yang belajar di Rumah Tahfidz Sauna ini. Tahun ini ada empat santri yang berhasil khatam 30 juz, sementara santri lainnya sudah menghafal beberapa juz,” ujarnya.

Menurut Santi, para santri yang belajar di Rumah Tahfidz Saunah Kaltim tidak hanya fokus pada kegiatan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga tetap mengikuti pendidikan formal sebagaimana pelajar pada umumnya. Sistem pendidikan yang diterapkan dibuat lebih fleksibel agar para santri dapat membagi waktu antara sekolah dan kegiatan menghafal.

“Santri tetap menjalani pendidikan formal seperti biasa. Namun sistem belajarnya dibuat fleksibel supaya mereka bisa menyesuaikan waktu antara belajar akademik dan menghafal Al-Qur’an,” jelasnya.

Rumah Tahfidz Saunah Kaltim sendiri telah berdiri sejak tahun 2017. Awalnya kegiatan dimulai dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) sederhana yang diikuti sekitar delapan santri dari lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.

“Awalnya kami memulai dari TPA untuk anak-anak di lingkungan keluarga. Setelah itu, karena ada niat almarhum pendiri untuk membangun rumah tahfidz, kami bersama beberapa rekan beliau kemudian bersepakat mendirikan Rumah Tahfidz Sauna ini,” ungkap Santi.

Seiring berjalannya waktu, jumlah santri yang belajar di rumah tahfidz tersebut terus bertambah. Tidak hanya berasal dari Kutai Kartanegara, beberapa santri juga datang dari berbagai daerah lain seperti Kalimantan Selatan, Kutai Timur hingga wilayah lainnya.

Menariknya, seluruh santri yang menimba ilmu di Rumah Tahfidz Saunah Kaltim tidak dikenakan biaya pendidikan. Seluruh operasional kegiatan didukung oleh para donatur yang secara sukarela membantu keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an di yayasan tersebut.

“Alhamdulillah sejak berdiri sampai sekarang tidak ada pungutan untuk santri. Semua murni dari bantuan para donatur yang mendukung kegiatan rumah tahfidz ini,” katanya.

Selain fokus pada pendidikan hafalan Al-Qur’an, sejumlah santri dari Rumah Tahfidz Saunah Kaltim juga telah menorehkan prestasi di berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), baik di tingkat kabupaten maupun daerah lain. Bahkan beberapa santri pernah mewakili daerah seperti Kutai Barat dan Penajam Paser Utara serta berhasil meraih juara.

Santi berharap ke depan para santri yang menimba ilmu di rumah tahfidz tersebut tidak hanya menjadi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Kami berharap generasi dari Rumah Tahfidz Sauna ini tidak hanya berhenti pada hafalan Al-Qur’an saja, tetapi juga bisa melanjutkan pendidikan akademik, bahkan mungkin kuliah di Madinah atau meraih cita-cita lainnya seperti menjadi dokter,” tutupnya.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?