Distriknews.co Kutai Kartanegara – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Kartanegara mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dalam operasional transportasi air. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah antisipasi guna memastikan keselamatan penumpang di jalur sungai tetap terjaga.
Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kukar, Rakhmadani Hidayat, menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayaran. Menurutnya, seluruh operator dan petugas di lapangan perlu meningkatkan pengawasan, terutama pada periode dengan mobilitas masyarakat yang tinggi seperti menjelang Idulfitri.
“Yang pertama, perhatikan muatan jangan sampai melebihi kapasitas. Kedua, perhatikan unsur keselamatan atau safety. Ketiga, pastikan kondisi unit transportasi benar-benar layak beroperasi sesuai masa periodenya,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, aturan terkait kapasitas dan keselamatan sebenarnya telah lama diterapkan. Namun, penguatan pengawasan di lapangan tetap diperlukan agar seluruh ketentuan tersebut benar-benar dijalankan secara konsisten oleh para pelaku usaha jasa transportasi air.
Transportasi air sendiri masih menjadi salah satu moda penting di Kutai Kartanegara. Jalur ini berperan sebagai penghubung utama dari Samarinda menuju wilayah hulu seperti Kutai Barat hingga Mahakam Ulu. Selain itu, sejumlah dermaga di Kukar juga difungsikan sebagai titik pemeriksaan pergerakan penumpang dan distribusi barang.
Meski memiliki peran strategis, tren penggunaan transportasi air pada musim mudik tahun ini justru mengalami penurunan. Rakhmadani mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dari koordinator dermaga, terjadi penurunan jumlah penumpang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dari informasi kawan-kawan koordinator dermaga, ada sedikit penurunan. Ini kemungkinan dipengaruhi insiden yang terjadi beberapa waktu lalu, sehingga masyarakat lebih berhati-hati,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebagian masyarakat kini cenderung beralih ke moda transportasi darat sebagai alternatif perjalanan mudik. Hal ini turut memengaruhi jumlah penumpang di jalur sungai yang biasanya cukup ramai menjelang Lebaran.
Berdasarkan data sementara, penurunan jumlah penumpang diperkirakan mencapai sekitar 25 persen. Jika pada periode sebelumnya jumlah penumpang bisa mencapai sekitar 100 orang, saat ini hanya berkisar antara 40 hingga 50 orang.
“Penurunannya sekitar 25 persen. Kalau dulu bisa seratusan, sekarang pasca kejadian itu sekitar 40 sampai 50 orang,” jelasnya.
Meski demikian, Dishub Kukar mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang dalam beberapa hari terakhir seiring masuknya masa libur. Namun, angka tersebut masih belum kembali ke kondisi normal seperti tahun lalu.
“Dengan adanya libur ini, angkanya mulai mendekati kembali, tapi tetap masih ada penurunan dibanding tahun lalu,” tutup Rakhmadani.
Melalui penguatan pengawasan dan imbauan keselamatan ini, pemerintah daerah berharap aktivitas transportasi air selama mudik Lebaran tetap berjalan lancar, aman, dan mampu memberikan rasa nyaman bagi masyarakat pengguna jasa.
Penulis: Muhammad Zailany


