Dishub Kukar Rencanakan 6.444 Titik LPJU, Prioritaskan Efisiensi dan Pemerataan Penerangan

redaksi

Distriknews.co Kutai Kartanegara – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyiapkan program besar pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) pada tahun 2026. Program ini ditargetkan menjangkau ribuan titik yang tersebar di berbagai kecamatan sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, Selasa (7/4/2026), menyampaikan bahwa pada tahap awal, pemasangan LPJU difokuskan di sejumlah ruas jalan strategis, khususnya di wilayah Tenggarong Seberang.

“Untuk tahun 2026, ada sekitar 160 titik LPJU di Jalan Desa Bangun Rejo, Jalan Awang Long Desa Kertabuana, dan Jalan Mulawarman,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah ruas lain di Tenggarong Seberang juga menjadi prioritas, seperti Loa Lepu, Jongkang, hingga lanjutan jalan menuju PLTGU Tanjung Batu dan kawasan semenisasi Desa Tanjung Batu. Di lokasi-lokasi tersebut, jumlah titik penerangan diperkirakan mencapai sekitar 100 unit.

Tak hanya itu, Dishub juga merencanakan pemasangan di ruas Jalan Simpang Birawa, Jalan Poros Besar Separi, Jalan Krisna, hingga Jalan Semar di Desa Sukamaju, dengan total sekitar 160 unit tambahan.

Ahmad Junaidi menjelaskan, secara keseluruhan program LPJU tahun ini akan tersebar hampir di seluruh wilayah Kukar, mulai dari Kecamatan Marangkayu, Muara Badak, Anggana, Samboja, Muara Jawa, Samboja Barat, Tenggarong, Sebulu, Muara Kaman hingga Tabang.

“Total keseluruhan LPJU yang direncanakan sekitar 6.444 unit, namun saat ini masih dalam tahap perencanaan dan penganggaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini program tersebut masih berada pada tahap awal, yakni input dalam sistem rencana umum pengadaan (SiRUP), penyusunan perencanaan teknis, serta proses lelang perencanaan. Pelaksanaan fisik belum dimulai karena masih menunggu kesiapan anggaran.

“Masih proses perencanaan. Setelah itu baru lelang fisik, dan jika sudah ada pemenang, baru pekerjaan pemasangan dilakukan,” katanya.

Dalam tahap perencanaan, tim Dishub melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, seperti ketersediaan jaringan listrik, tiang, serta kondisi jalan.

“Kami juga menghitung kebutuhan daya lampu, apakah 40 watt atau 60 watt, serta melihat potensi kendala seperti lahan atau bangunan di sekitar lokasi,” ujarnya.

Terkait jenis lampu, Dishub Kukar masih memprioritaskan penggunaan sistem konvensional berbasis listrik dibandingkan tenaga surya. Hal ini dipertimbangkan dari sisi efisiensi anggaran.

“Dengan anggaran sekitar Rp200 juta, kalau konvensional bisa dapat 25 sampai 30 titik. Kalau tenaga surya hanya 4 sampai 5 titik karena biaya per unitnya bisa Rp30 sampai Rp40 juta,” jelasnya.

Selain lebih hemat, sistem konvensional juga dinilai lebih mudah dalam perawatan karena memanfaatkan tiang listrik yang sudah tersedia, sehingga hanya memerlukan tambahan lengan lampu, kabel, dan unit lampu.

“Walaupun ada biaya listrik, perawatannya lebih mudah dibandingkan tenaga surya yang lebih mahal dan cukup kompleks,” tambahnya.

Melalui program ini, ia berharap penerangan jalan dapat lebih merata, terutama di wilayah yang selama ini masih minim penerangan, sehingga dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan serta mendukung aktivitas masyarakat pada malam hari.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?