Karhutla di Pendingin Capai 311 Hektare, Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Titik Api

redaksi

Distriknews.co, SANGA-SANGA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih dalam penanganan tim gabungan hingga Selasa (25/8/2026).

Berdasarkan laporan Korlap BPBD Kukar Eko Surya Winata, luas area yang terdampak kebakaran sejak hari pertama penanganan hingga perkembangan terakhir diperkirakan mencapai sekitar 311 hektare. Kebakaran terjadi pada kawasan hutan gambut di wilayah RT 05 dan RT 11 Kelurahan Pendingin.

Pada Selasa, tim gabungan masih melakukan pemadaman di sejumlah titik. Di RT 05, area yang menjadi fokus penanganan diperkirakan sekitar lima hektare, sedangkan di RT 11 mencapai sekitar dua hektare.

Korlap BPBD Kukar Eko Surya Winata mengatakan laporan mengenai titik api di wilayah tersebut diterima dari masyarakat sekitar pukul 10.00 WITA. Tim kemudian melakukan penanganan dan pendinginan di sejumlah titik yang masih ditemukan api.

“Pukul 10.00 WITA tim TRC BPBD melakukan pendinginan di beberapa titik api di wilayah Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga,” demikian laporan Eko.

Penanganan kembali dilanjutkan setelah tim menerima informasi adanya titik api baru di RT 05 dan RT 11. BPBD bersama personel gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Proses pemadaman berlangsung hingga malam hari. Untuk menjaga agar penanganan tidak terhenti, personel melakukan makan malam secara bergantian. Sekitar pukul 20.00 WITA, tim kembali melanjutkan penyisiran dan pemadaman di kawasan terdampak.

Namun, kondisi di lapangan tidak sepenuhnya mudah dikendalikan. Tim masih menemukan titik api yang sulit dijangkau karena berada cukup jauh dari akses dan sumber air.

“Masih ada titik api terlihat, tidak sepenuhnya bisa dipadamkan dikarenakan jarak yang cukup jauh dan tidak terjangkau,” kata Eko dalam laporannya.

Kondisi angin yang cukup kencang serta kabut asap tebal juga menjadi kendala dalam proses pemadaman. Selain itu, sumber air berada cukup jauh dan konektor selang yang digunakan tim beberapa kali mengalami masalah.

Untuk memenuhi kebutuhan air, tim memanfaatkan sumber air rawa. Sejumlah perusahaan juga memberikan dukungan suplai air dalam proses penanganan karhutla tersebut.

Penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD Kukar, Manggala Agni, Damkarmatan Sanga-Sanga, relawan pemadam kebakaran, kepolisian, TNI, karang taruna hingga sejumlah perusahaan dan kelompok relawan.

Dukungan juga datang dari PT Masbro, PT Equalindo dan PT ABN untuk suplai air. Selain itu, KPHP Delta Mahakam, KPHP Santan, Pramuka Sanga-Sanga, Relawan Cendana Samarinda serta sejumlah kelompok Redkar turut terlibat dalam operasi di lapangan.

BPBD Kukar mengerahkan sejumlah peralatan dalam penanganan, di antaranya lima rol selang ukuran 1,5 inci, dua rol selang 2,5 inci, mesin Tohatsu, jet shooter, water tank, pompa serta peralatan pendukung lainnya.

Untuk kendaraan operasional, tim menggunakan satu unit mobil tangki Dalkarhutla BPBD Kukar, satu unit Hilux Komando Dalkarhutla dan satu unit kendaraan slip on.

Eko menyebut kegiatan pemadaman bersama tim gabungan pada hari tersebut berjalan dengan baik meski menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Setelah penanganan malam hari, tim bergeser untuk beristirahat di posko dan satuan masing-masing.

Meski demikian, pemantauan terhadap kawasan terbakar masih diperlukan. Titik api yang berada jauh dari jangkauan menjadi perhatian karena berpotensi kembali menyala, terutama dengan kondisi lahan gambut yang kering, angin kencang dan kabut asap yang masih terjadi.

Hingga laporan tersebut dibuat, penyebab pasti karhutla di Pendingin belum diketahui dan masih dalam proses pendalaman. Tim gabungan saat ini lebih memprioritaskan pemadaman dan pengendalian titik api agar kebakaran tidak semakin meluas.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?