Wabup Kukar Dorong Erau Kembali Masuk KEN 2027, Progres Jadi Tantangan

redaksi

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin mendorong Festival Erau Adat Kutai kembali masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) pada tahun mendatang.

Menurut Rendi, masuknya Erau dalam KEN 2026 bukan sekadar pencapaian, tetapi harus diikuti peningkatan kualitas penyelenggaraan agar posisi tersebut dapat dipertahankan pada tahun berikutnya.

“Harapannya tahun depan masuk lagi dan lebih besar,” kata Rendi, Senin (21/9/2026).

Rendi menilai Erau memiliki karakter yang berbeda karena tidak hanya berorientasi pada daya tarik wisata. Menurutnya, unsur adat dan budaya menjadi bagian utama yang harus tetap dipertahankan dalam penyelenggaraannya.

“Sifatnya sejauh ini masih kita anggap seremoni, walaupun itu meningkatkan daya tarik wisata. Tapi yang kita prioritaskan adalah yang menyentuh adat budaya,” ujarnya.

Ia menyebut Erau sebagai salah satu agenda yang memiliki keterkaitan kuat dengan adat dan budaya masyarakat. Selain Erau, Pemkab Kukar juga memberikan perhatian terhadap kegiatan budaya lainnya seperti tradisi di Muara Kaman dan Pesta Laut Pesisir.

“Jadi, Erau itu menyentuh adat budaya, Muara Kaman menyentuh adat budaya, dan terakhir Pesta Laut Pesisir itu menyentuh adat budaya,” katanya.

Rendi menjelaskan, kegiatan yang menjadi perhatian pemerintah tidak semata-mata dilihat dari sisi pertunjukan atau seremonial. Pemerintah juga mempertimbangkan unsur ritual masyarakat serta keyakinan yang berkembang dan menjadi bagian dari tradisi setempat.

“Lebih ke budaya dan lebih ke ritual masyarakat, keyakinan masyarakat kita yang kita akomodir dan yang sudah kita verifikasi jauh hari sebelumnya,” jelasnya.

Terkait masuknya Erau dalam KEN 2026, Rendi mengatakan pencapaian tersebut tidak boleh berhenti pada satu tahun penyelenggaraan. Ia menilai terdapat standar yang harus dipenuhi agar sebuah kegiatan dapat terus berada dalam daftar agenda pariwisata unggulan nasional tersebut.

“Karena standar KEN juga harus berubah. Standar KEN bukan standar yang main-main,” tegasnya.

Rendi menyebut Erau harus menunjukkan perkembangan agar peluang kembali masuk KEN tidak terputus. Terlebih, proses seleksi KEN diikuti ribuan agenda dari berbagai daerah.

“Menang dari 3.000 lebih pendaftar di KEN itu suatu prestasi yang jangan sampai tahun depan langsung hilang lagi karena kita tidak menunjukkan suatu progres,” ungkapnya.

Menurut Rendi, Kementerian Pariwisata juga memiliki tahapan dan persyaratan dalam melakukan verifikasi terhadap event yang masuk KEN. Karena itu, penyelenggaraan Erau ke depan perlu menunjukkan perkembangan yang dapat diverifikasi.

Ia juga menyebut keterlibatan DPRD Kukar dalam proses mendorong Erau masuk KEN. Rendi mengatakan pemerintah daerah bersama sejumlah anggota DPRD sebelumnya melakukan kunjungan ke Kementerian Pariwisata untuk menyampaikan aspirasi tersebut.

“Dan alhamdulillah, ini juga hasil dari perjuangan teman-teman anggota DPRD. Kemarin kami dampingi ke Kementerian Pariwisata, dua bulan lalu, dan alhamdulillah menghasilkan ini,” katanya.

Rendi mengungkapkan, sebelumnya pemerintah daerah sempat mempertanyakan status Erau karena hingga sekitar tiga bulan sebelum pelaksanaan belum tercantum dalam daftar KEN. Hal itu kemudian mendorong Pemkab Kukar bersama DPRD untuk kembali melakukan komunikasi dengan kementerian.

“Karena kami kemarin sempat melontarkan unek-unek langsung ke Ibu Menteri, yang sudah menjanjikan secara langsung di sambutannya pada saat tahun lalu di sini,” ujarnya.

Ia mengatakan, sebelumnya terdapat janji bahwa Erau akan masuk KEN pada tahun berikutnya. Namun, hingga mendekati pelaksanaan, status tersebut belum terlihat sehingga pemerintah daerah kembali mendatangi Kementerian Pariwisata.

“Bahwa tahun depan Erau akan masuk di KEN. Ternyata sampai H-3 bulan belum masuk. Sehingga H-2 bulan kami datang ke kementerian dan alhamdulillah terjadilah,” ungkap Rendi.

Rendi juga menyampaikan keinginannya untuk ikut terlibat lebih jauh dalam pengembangan konsep Erau pada tahun mendatang. Ia bahkan berkelakar ingin menjadi bagian dari kepanitiaan untuk membantu memastikan adanya pengembangan dari sisi konsep.

“Kalau bisa, saya jadi ketua panitia deh tahun depan,” ujarnya.

Menurut Rendi, keterlibatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang untuk membantu dari sisi konsep dan pengembangan kegiatan, tanpa menghilangkan unsur adat serta budaya yang menjadi identitas utama Erau.

Ia menegaskan, keberhasilan Erau masuk KEN harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan, bukan sekadar status yang diperoleh sekali. Pemerintah daerah bersama pihak terkait perlu menunjukkan progres agar Erau tetap memiliki tempat dalam agenda pariwisata nasional.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?