Distriknews.co, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan anak sekolah, tetapi juga memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Dalam unggahannya di Instagram pada 8 Januari 2025, Sri Mulyani menyatakan bahwa program ini diharapkan dapat memperkuat modal manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Studi Bank Dunia tahun 2024 menunjukkan bahwa pemberian makanan bergizi dapat meningkatkan tingkat kehadiran dan partisipasi siswa, serta mengurangi angka malnutrisi dan stunting. Selain itu, laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 2021 menyebutkan bahwa program serupa di negara maju membantu mengendalikan pola makan dan menurunkan risiko obesitas serta diabetes pada anak usia sekolah.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun dalam APBN 2025, program MBG telah mulai dilaksanakan di sejumlah sekolah sejak 6 Januari 2025. Selain meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, program ini juga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian daerah dengan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan Gizi Nasional, Lalu Muhammad Iwan Mahardan, menyatakan bahwa prioritas awal program MBG pada tahun 2025 adalah siswa sekolah di Jakarta. Targetnya adalah mengoperasikan 937 dapur MBG pada akhir Januari 2025, dan mencapai 5.000 dapur yang melayani hingga 20 juta penerima manfaat, termasuk siswa PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, pada akhir tahun.
Wakil Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, menambahkan bahwa pelaksanaan program ini akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai 83 juta penerima manfaat pada tahun 2029. Pendekatan bertahap ini memungkinkan penyempurnaan sistem dan mekanisme pelaksanaan, sehingga kekurangan yang ada dapat terus diperbaiki.
Sri Mulyani menekankan bahwa investasi pada SDM melalui program seperti MBG sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi anak sekolah, tetapi juga berperan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Sumber: m.antaranews.com
Penulis: FebriaDV



