Sebanyak 70 siswa SMA Negeri 2 Kudus diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis pada Kamis 29 Januari.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan para siswa langsung dievakuasi dan mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di wilayah Kudus.
Sebanyak 22 siswa dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus. Sebanyak 17 siswa dirawat di RS Satkes. Sebanyak 10 siswa dirawat di RS Mardirahayu. Sebanyak 10 siswa dirawat di RSI. Sebanyak 11 siswa dirawat di RS Kumala Siwi.
Sam’ani menyebut keluhan yang dialami siswa antara lain mulas, pusing, dan diare. Pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri langsung melakukan penanganan cepat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah dampak lanjutan dan memastikan kondisi siswa tetap aman. Pemerintah daerah juga akan memperketat evaluasi pelaksanaan program MBG.
Sam’ani memastikan seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah. Seluruh siswa dirawat tanpa pungutan biaya melalui skema BPJS Kesehatan. Bagi siswa yang belum terdaftar, kepesertaan langsung diaktifkan.
Dandim 0722 Kudus Letkol Arh Yusufa Allan Andreasie mengatakan pengawasan program MBG akan diperkuat. Evaluasi terhadap penyedia makanan di lapangan segera dilakukan.
Salah satu siswa kelas X Ilham Yusuf mengaku mulai merasakan sakit perut setelah menyantap menu MBG pada Rabu 28 Januari. Keesokan harinya, ia mengetahui banyak siswa lain mengalami keluhan serupa.
Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus Abdul Hakam menyampaikan seluruh pasien masih dalam pemantauan. Pasien akan dipulangkan jika kondisi membaik dan dilanjutkan dengan rawat jalan.
Dinas Kesehatan bersama instansi terkait masih melakukan pemeriksaan lanjutan. Sampel makanan dan bahan pendukung lainnya telah diambil untuk memastikan penyebab kejadian tersebut. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari BGN terkait kasus ini.
Sumber: (Antara/CNN Indonesia)



