Distriknews.co – Aktivis Andrie Yunus akhirnya menyampaikan pernyataan publik setelah menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal. Pernyataan itu disampaikan melalui akun Instagram @kontras_update pada Kamis (2/4).
Dalam video yang direkam sehari sebelumnya, Andrie mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterimanya. Ia menegaskan tetap tegar menghadapi teror yang dialami.
“A luta continua. Panjang umur perjuangan,” ujarnya dalam pernyataan tersebut.
Saat ini, Andrie masih menjalani perawatan intensif di ruang HCU. Pihak keluarga bersama tim kuasa hukum dan rumah sakit membatasi kunjungan demi menjaga kondisinya.
Peristiwa penyiraman terjadi pada 12 Maret malam. Insiden itu berlangsung setelah Andrie menghadiri diskusi di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Ia mengalami luka serius pada wajah, dada, tangan, dan mata.
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Dimas Bagus Arya, menyebut serangan dilakukan oleh pihak tak dikenal.
Seperti dilansir dari CNN Indonesia.com, penanganan kasus ini kemudian diambil alih oleh Pusat Polisi Militer TNI setelah ditemukan keterlibatan anggota militer. Empat prajurit TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 18 Maret 2026 di instalasi tahanan militer Pomdam Jaya Guntur.
Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya juga sempat mengungkap dua terduga pelaku. Namun, tidak ditemukan keterlibatan warga sipil dalam kasus ini.
Kepala Pusat Penerangan TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan para tersangka dijerat pasal penganiayaan. Proses hukum disebut akan berjalan secara terbuka dan profesional.
Hingga awal April, motif penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus masih dalam penyelidikan.
Sumber: CNN Indonesia


