Distriknews.co, MALANG — Minat baca tidak tumbuh hanya karena anak memiliki buku. Anak juga membutuhkan pendampingan membaca yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Berangkat dari persoalan tersebut, Tanoto Scholars Association (TSA) Universitas Brawijaya menginisiasi program Aksi Sosial Inovatif dan Implementasi SDGs (AKSIS) #4 bertajuk Menenun Prestasi Melalui Literasi di SDN Kedungkandang 2, Kota Malang.
Berlangsung pada 21 September hingga 2 Oktober 2026, program ini dirancang untuk memperkuat literasi dasar siswa melalui pembelajaran berbasis permainan sekaligus membekali guru dengan panduan untuk melanjutkan pembelajaran literasi secara berkelanjutan.
Urgensi program ini diperkuat oleh hasil observasi dan asesmen awal, di mana sebanyak 60% siswa membaca ketika diminta oleh guru, sedangkan hanya 20% yang rutin membaca secara mandiri. Padahal, 80% siswa telah memiliki buku bacaan pribadi di rumah.
Temuan tersebut membuktikan bahwasanya akses terhadap buku tidak serta-merta membentuk kebiasaan membaca. Oleh karena itu, penguatan literasi perlu memperhatikan cara anak berinteraksi dengan bacaan dan memperoleh pendampingan selama proses belajar.
Pada dua rangkaian awal, TSA Brawijaya mendampingi siswa melalui berbagai aktivitas learning by playing untuk mengenali kosakata, melatih kelancaran membaca, dan memahami cerita. Media yang digunakan berupa Mini Book sebagai buku cerita bergambar untuk latihan membaca, permainan Word Hunter untuk mengenali kosakata, aktivitas kartu pohon, serta puzzle alur cerita untuk menyusun urutan peristiwa dalam bacaan.
Pendampingan literasi turut melibatkan lingkungan keluarga melalui leaflet edukatif bagi orang tua yang mendorong pendampingan membaca di rumah. TSA Brawijaya juga berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang untuk meningkatkan frekuensi kunjungan perpustakaan keliling ke SDN Kedungkandang 2, sehingga memungkinkan siswa untuk mengakses beragam bahan bacaan.
Agar praktik literasi tetap berjalan setelah program berakhir, rangkaian ketiga AKSIS #4 difokuskan pada penguatan kapasitas guru melalui pengembangan dan penyerahan Modul Panduan Literasi kepada SDN Kedungkandang 2. Dalam penyusunan modul dan Mini Book, TSA Brawijaya berkolaborasi dengan Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA). Modul ini disiapkan sebagai panduan bagi guru untuk merancang kegiatan literasi yang terstruktur sesuai kebutuhan siswa dan mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran sehari-hari.
AKSIS #4 merupakan kontribusi TSA Brawijaya dalam menyasar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, tujuan ke-10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, dan tujuan ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui pendampingan siswa, keterlibatan orang tua, dan penguatan kapasitas guru, TSA Brawijaya berupaya membangun kebiasaan literasi yang berkelanjutan melalui latihan rutin dan pendampingan yang konsisten.
Pihak SDN Kedungkandang 2 menyampaikan terima kasih atas kerja sama dengan TSA Brawijaya, sekaligus atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolah sebagai tempat pelaksanaan kegiatan literasi ini. Pihak sekolah berharap program AKSIS #4 dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi perkembangan literasi siswa.
Penulis: Tim AKSIS#4
Penyunting: Jauhari Fadli | Redaktur: Fachrizal Muliawan


