Distriknews.co, Palembang – Kesultanan Palembang Darussalam mengeluarkan maklumat terkait konten masak rendang 200 kilogram oleh Willie Salim yang dianggap merusak citra warga Palembang. Sultan Palembang Darussalam, YM Sultan Mahmud Badaruddin IV Raden Muhammad Fauwas Diradja, menuntut Willie Salim untuk memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara langsung kepada masyarakat Palembang dalam rapat adat kesultanan.
Selain itu, kesultanan meminta Willie Salim menjalani tradisi tepung tawar sebagai bentuk penyesalan atas perbuatannya. Tradisi ini merupakan bagian dari adat Melayu Palembang yang tertulis dalam kitab Undang-Undang Simbur Cahaya.
Kesultanan juga mendesak Willie Salim untuk menghapus semua konten terkait masak rendang di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang dari seluruh platform media sosialnya. Mereka mendukung langkah hukum yang diambil oleh masyarakat Palembang terhadap Willie Salim.
Apabila Willie Salim tidak memenuhi tuntutan tersebut, kesultanan menyatakan akan mengutuk dan mengharamkan kedatangannya ke Palembang seumur hidup. Maklumat ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghormati adat dan budaya setempat.
Sebelumnya, Ustaz Abdul Somad juga menanggapi kontroversi ini dengan menekankan pentingnya menjaga harkat dan martabat warga Palembang. Beliau menyebut konten masak rendang tersebut sebagai “rendang konspirasi” yang dapat merusak citra masyarakat Palembang.
Penulis: FebriaDV



