Distriknews.co Muara Jawa – Setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari, tim gabungan akhirnya menemukan Udi (37), nelayan asal Kelurahan Muara Kembang yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Sungai Tamapole, Kecamatan Muara Jawa. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 09.00 WITA.
Proses pencarian dipimpin jajaran Polsek Muara Jawa dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, Polairud, Kamla, serta bantuan masyarakat sekitar. Jenazah korban ditemukan di perairan Buih 8, Kelurahan Muara Kembang, tidak jauh dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.
Kapolsek Muara Jawa, Iptu I Wayan Edi Surya Puryana, menjelaskan bahwa upaya pencarian dilakukan sejak laporan diterima pada Minggu (1/3/2026). Saat itu, korban dikabarkan hilang setelah perahunya mengalami insiden di tengah cuaca buruk.
“Sejak laporan masuk, kami langsung berkoordinasi dan melakukan pencarian bersama tim gabungan. Fokus kami adalah menemukan korban secepat mungkin untuk memberikan kepastian kepada pihak keluarga,” ujar Iptu I Wayan.
Peristiwa tersebut bermula pada Minggu sore ketika wilayah Muara Jawa diguyur hujan deras disertai petir. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu sedang mengemudikan perahu seorang diri dari Muara Ulu Kecil menuju Muara Kembang. Saat melintasi Sungai Tamapole, petir menyambar dan korban diduga terjatuh dari perahu hingga tenggelam.
Tim gabungan melakukan penyisiran di sejumlah titik sepanjang alur sungai hingga akhirnya korban ditemukan pada hari ketiga pencarian. Proses evakuasi berjalan lancar sebelum jenazah dibawa ke rumah duka.
Setibanya di kediaman keluarga, suasana duka menyelimuti rumah korban. Aparat kepolisian turut melakukan pendampingan kepada istri dan keluarga besar almarhum guna memberikan dukungan moral.
“Setelah kami berkoordinasi secara kekeluargaan, pihak keluarga menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah akibat faktor alam,” jelas Kapolsek.
Ia juga menambahkan bahwa keluarga korban menolak dilakukan visum maupun otopsi.
“Mereka telah menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi agar jenazah bisa segera disemayamkan secara layak,” tuturnya.
Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, untuk lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem saat beraktivitas di perairan guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari. (Zy)



