Distriknews.co Tenggarong – Aktivitas di kawasan pelabuhan depan Museum Mulawarman, Tenggarong, sempat dihebohkan dengan peristiwa tenggelamnya sebuah kapal yang difungsikan sebagai kafe terapung pada Selasa (10/3/2026) pagi. Hingga kini, kapal tersebut masih berada di dasar perairan Sungai Mahakam dan belum dapat dievakuasi karena memerlukan peralatan khusus.
Peristiwa ini juga sempat menjadi perhatian publik setelah video detik-detik tenggelamnya kapal beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat kapal berukuran besar dan bertingkat perlahan-lahan miring sebelum akhirnya tenggelam di perairan yang berada tidak jauh dari kawasan wisata Tenggarong.
Kapal tersebut diketahui milik Aspin Anwar yang selama beberapa tahun terakhir mengoperasikannya sebagai kafe terapung. Ia mengaku pertama kali menerima informasi mengenai kejadian itu dari pihak kepolisian.
“Saya mendapat informasi sekitar pukul 09.15 pagi dari pihak Polsek bahwa kapal kami tenggelam,” kata Aspin saat dikonfirmasi, Rabu (11/3/2026).
Menurutnya, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan. Namun berdasarkan keterangan sementara dari penjaga kapal lain yang berada di sekitar lokasi, diduga air masuk ke dalam kapal karena sistem penyedot air tidak berfungsi.
“Informasinya pipa penyedot air tidak bekerja karena listrik mati, sehingga air terus masuk ke dalam kapal,” jelasnya.
Aspin menuturkan bahwa kapal tersebut sudah cukup lama berada di kawasan pelabuhan tersebut. Sejak sekitar tahun 2022, kapal itu dimanfaatkan sebagai kapal pribadi sekaligus kafe terapung yang melayani pengunjung di sekitar kawasan wisata Sungai Mahakam.
Saat insiden terjadi, berbagai peralatan dan perlengkapan usaha masih berada di dalam kapal. Beberapa di antaranya seperti mesin genset, kulkas, kursi kafe, serta berbagai perlengkapan lain ikut tenggelam bersama kapal.
“Masih banyak barang kami di dalam kapal, seperti genset, kulkas, kursi, dan perlengkapan kafe lainnya. Bahkan material kayunya juga menggunakan kayu jati,” ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, pemilik memperkirakan kerugian yang dialami mencapai ratusan juta rupiah. Ia juga menyampaikan bahwa sepanjang hari telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membahas penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, proses evakuasi kapal belum dapat segera dilakukan. Selain memerlukan alat berat atau peralatan khusus, kemungkinan juga dibutuhkan bantuan tim penyelam untuk melakukan pemeriksaan di bawah air sebelum proses pengangkatan dilakukan.
“Untuk sementara belum bisa dievakuasi karena masih mencari alat yang sesuai. Prosesnya cukup sulit dan kemungkinan harus menggunakan tim penyelam khusus,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Zailany


