Distriknews.co, LOA KULU – Nelayan berinisial AH (64) yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di Sungai Mahakam, tepatnya di Perairan Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (4/8/2026).
Korban ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada hari ketiga operasi pencarian sekitar pukul 07.50 WITA. Jasad korban ditemukan mengapung setelah diduga terbawa arus Sungai Mahakam sejauh kurang lebih 3,5 kilometer dari titik awal dilaporkan tenggelam.
Koordinator Lapangan (Koorlap) BPBD Kutai Kartanegara, Eko Suryawinata, membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan proses pencarian dilakukan secara intensif dengan menyisir alur Sungai Mahakam di sekitar lokasi kejadian.
“Tim SAR Gabungan berhasil menemukan jasad korban pagi tadi,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi dari lokasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Korban ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian. Setelah dievakuasi, jenazah langsung kami serahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga dan saksi, korban diketahui berangkat mencari ikan menggunakan perahu di Perairan Desa Jembayan sekitar pukul 06.30 WITA pada Minggu (2/8/2026).
Sekitar pukul 08.00 WITA, seorang saksi bernama Taufik yang baru kembali mengantar kru kapal dari wilayah Harapan Baru melihat perahu milik korban hanyut tanpa ada seorang pun di atasnya. Menyadari kondisi tersebut, saksi segera melaporkannya kepada warga sekitar dan keluarga korban.
Setelah dipastikan korban belum kembali ke rumah, keluarga bersama warga menduga AH terjatuh dari perahu dan tenggelam di Sungai Mahakam. Dugaan itu kemudian dilaporkan kepada petugas sehingga operasi pencarian segera dilakukan oleh Tim SAR Gabungan.
“Kalau konfirmasi dari pihak keluarga, korban saat itu diduga kuat jatuh dan tenggelam di Perairan Sungai Mahakam,” jelas Eko.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang melibatkan Tim SAR Gabungan resmi dihentikan. Petugas juga mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan yang beraktivitas di Sungai Mahakam, agar selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti jaket pelampung serta memperhatikan kondisi cuaca dan arus sungai sebelum melaut.
Reporter: Muhammad Zailany


