Distriknews.co KUTAI KARTANEGARA – Program beasiswa Gratispol dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai direalisasikan di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Ratusan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan menjadi penerima manfaat, dengan total anggaran mencapai sekitar Rp3 miliar.
Program ini menjadi kabar baik bagi mahasiswa, terutama yang sebelumnya telah membayar biaya kuliah. Pasalnya, dana tersebut akan dikembalikan melalui mekanisme penggantian oleh pihak kampus.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unikarta, Budi Yusuf, menjelaskan bahwa penerima beasiswa terbagi dalam dua kategori, yakni mahasiswa baru dan mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan (ongoing).
“Alhamdulillah program Gratispol di Unikarta sudah berjalan. Untuk penerimanya terdiri dari dua angkatan, yaitu mahasiswa baru angkatan 2025 sekitar 400 orang, dan mahasiswa ongoing sekitar 124 orang,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Ia mengungkapkan, dana beasiswa telah disalurkan oleh pemerintah provinsi melalui biro kesejahteraan rakyat (Kesra) pada bulan Ramadan dan kini telah masuk ke rekening kampus.
“Informasinya, di bulan puasa dana sudah dikirim ke Unikarta sekitar Rp3 miliar. Setelah Lebaran ini akan dilakukan penggantian biaya pendidikan, terutama bagi mahasiswa ongoing yang sebelumnya sudah membayar,” jelasnya.
Proses penggantian dilakukan melalui sistem internal kampus. Dana yang telah diterima akan dikembalikan kepada mahasiswa, baik secara langsung maupun melalui transfer oleh bagian keuangan.
Program Gratispol ini mencakup seluruh program studi, termasuk jenjang pascasarjana (S2). Saat ini, Unikarta memiliki sejumlah fakultas dengan berbagai program studi yang seluruhnya mendapatkan kuota penerima.
Namun demikian, program ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa kelas reguler, sesuai ketentuan Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 24 Tahun 2025.
“Gratispol ini diperuntukkan bagi mahasiswa kelas reguler. Untuk yang non-reguler sudah kita sampaikan sejak awal,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, bantuan diberikan setiap semester hingga maksimal delapan semester. Mahasiswa diwajibkan melaporkan status keaktifan melalui sistem daring agar bantuan tetap berlanjut.
Besaran bantuan pun bervariasi. Untuk jenjang sarjana, maksimal sekitar Rp3,1 juta per semester, sedangkan untuk program S2 bisa mencapai Rp9 juta per semester.
Budi berharap mahasiswa dapat memanfaatkan program ini secara optimal agar dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
“Ini kesempatan yang sangat baik karena biaya pendidikan dijamin pemerintah. Harapannya mahasiswa bisa fokus belajar dan lulus tepat waktu,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Zailany


