Momentum Emas untuk Mengangkat Pariwisata Kutai Kartanegara

redaksi

Foto: Ketua Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) Kukar, Catur Sefti Nanda Palinggi.

distriknews.co, TENGGARONG – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur membuka peluang besar bagi sektor pariwisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Ketua Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) Kukar, Catur Sefti Nanda Palinggi, optimistis bahwa proyek megah ini akan meningkatkan eksposur wilayahnya.

Menurut Catur, momentum ini adalah kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan budaya Kukar yang mencakup tiga pilar utama: pesisir, pedalaman, dan keraton.

ADWINDO Kukar pun gencar mempromosikan kekayaan ini melalui berbagai upaya kolaborasi dengan komunitas lokal, organisasi anak muda, dan pemerintah daerah.

“IKN akan mendatangkan banyak orang, dan ini adalah peluang yang harus kita manfaatkan untuk mendorong nilai ekonomis yang lebih tinggi,” ujar Catur.

Ia menekankan pentingnya konsep ekowisata atau ecotourism di Kukar, yang menawarkan pengalaman alam serta interaksi dengan kehidupan masyarakat lokal. Dengan mengembangkan atraksi wisata berkualitas, Kukar dapat menarik lebih banyak wisatawan.

“Kami fokus mempromosikan budaya, wisata alam, dan edukasi. Dengan adanya IKN, pasar kita semakin luas, dan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tambahnya.

Kutai Kartanegara memiliki potensi besar dalam pengembangan desa wisata, dengan 20 kecamatan yang menyimpan berbagai potensi wisata. Salah satu contoh sukses adalah Desa Pela, yang telah meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 berkat upaya pelestarian habitat pesut mahakam.

Desa Pela menjadi bukti bahwa upaya pelestarian alam dapat mendatangkan prestasi dan wisatawan. Sejak 2018, desa ini melarang praktik penangkapan ikan secara ilegal dan menjaga kelestarian ikan air tawar yang menjadi makanan utama pesut mahakam. Langkah ini berhasil menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Catur berharap, keberhasilan Desa Pela bisa menjadi pilot project bagi desa wisata lain di Kukar.

“Pemerintah perlu membina beberapa desa wisata sebagai contoh, karena kearifan lokal kita adalah daya tarik yang unik,” tegasnya.

Selain itu, Catur juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata. Pelatihan dan sertifikasi bagi pemandu wisata dianggap krusial untuk memastikan tamu yang datang mendapatkan pengalaman yang berkesan.

“Pelatihan ini juga penting untuk mengajarkan pemandu cara menyambut wisatawan dengan hangat dan mempromosikan destinasi melalui media sosial, sehingga potensi wisata kita semakin dikenal luas,” pungkasnya.

Penulis : Reihan Noor

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?