Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara meluncurkan langkah strategis dalam pembinaan akhlak ASN dengan menguatkan implementasi program GEMA (Gerakan Etam Mengaji). Program ini menyasar peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dan pembentukan karakter religius bagi 3.870 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang tersebar di berbagai satuan kerja.
Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, menegaskan bahwa program ini bukan hanya formalitas. Ia menyebut bahwa kemampuan membaca dan mengamalkan nilai Al-Qur’an merupakan bagian dari evaluasi kinerja PPPK. “GEMA bukan sekadar bisa mengaji, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an menjadi pedoman dalam perilaku ASN,” ujarnya dalam pernyataan resminya.
Data dari kukar.kab.go.id menyebutkan bahwa pelaksanaan GEMA telah dimasukkan dalam perjanjian kerja ASN non-PNS sebagai indikator pembinaan karakter. Pemerintah juga mencatat bahwa sebagian peserta sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, namun sebagian lainnya masih belum mengenal huruf hijaiyah secara dasar.
Karena itu, Pemkab Kukar menggandeng berbagai pihak untuk memastikan keberhasilan program ini. Kepala dinas, camat, hingga lurah diminta memantau langsung pelaksanaan GEMA di lingkungan kerja masing-masing. Pemantauan ini akan menjadi tanggung jawab struktural, seiring dengan pentingnya pembinaan keagamaan sebagai bagian dari disiplin ASN.
Bupati juga mengungkap bahwa ke depan akan ada penguatan regulasi internal untuk memastikan GEMA berjalan secara menyeluruh. “Kami ingin pimpinan perangkat daerah memastikan progres program ini terpantau jelas, tidak hanya berhenti pada pelaporan administratif,” tegasnya.
Mengacu pada RPJMD Kutai Kartanegara 2021-2026, salah satu misi daerah adalah membangun masyarakat religius dan berdaya saing. Program GEMA selaras dengan misi tersebut. Ini memperkuat posisi ASN sebagai panutan moral di tengah masyarakat yang terus berkembang secara sosial dan digital.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, melalui kanal resmi Diskominfo Kukar, menyatakan bahwa program ini juga akan menjadi bagian dari kegiatan keagamaan tahunan. Tujuannya, menciptakan ekosistem ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga kuat dalam nilai dan akhlak.
Dengan penguatan program GEMA, Pemkab Kukar berharap ASN dapat tampil sebagai teladan di lingkungan kerja dan masyarakat. Pembinaan akhlak bukan sekadar wacana, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.
(Adv/DiskominfoKukar)


