Distriknews.co Kutai Kartanegara – Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Kartanegara meningkatkan intensitas patroli malam selama bulan Ramadan guna mengantisipasi maraknya aksi balapan liar. Kegiatan pengamanan tersebut difokuskan pada jam rawan, yakni mulai pukul 21.00 hingga 04.00 Wita.
Kasat Lantas Polres Kukar, Ahmad Fandoli, Kamis (26/2/2026), mengatakan peningkatan patroli dilakukan karena pola aktivitas masyarakat berubah selama Ramadan. Menurutnya, setelah salat tarawih hingga menjelang sahur menjadi waktu yang kerap dimanfaatkan sejumlah pihak untuk melakukan kebut-kebutan di jalan raya.
“Selama bulan Ramadan, aktivitas masyarakat lebih banyak berlangsung pada malam hari. Karena itu, kami sesuaikan jam patroli dari pukul 21.00 sampai 04.00 subuh untuk mengantisipasi balapan liar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah titik yang kerap dijadikan arena balapan liar menjadi prioritas pengawasan, di antaranya Jalur 2, Jalan Pesut, dan Jalan Timbau. Kawasan tersebut dinilai rawan karena kondisi jalan yang relatif lurus dan minim hambatan.
Petugas Satlantas bersama piket fungsi secara rutin menyisir lokasi-lokasi tersebut untuk mencegah terjadinya aksi kebut-kebutan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lain. Selain balapan individu, pola iring-iringan dengan kecepatan tinggi juga menjadi perhatian khusus.
“Kami tidak hanya mengantisipasi balapan satu lawan satu, tetapi juga konvoi atau iring-iringan kendaraan dengan kecepatan tinggi yang sangat berisiko menyebabkan kecelakaan,” jelasnya.
Dalam hal penindakan, kepolisian membedakan antara penonton dan pelaku utama. Penonton biasanya diberikan teguran serta imbauan agar tidak terlibat maupun mendukung kegiatan tersebut. Sementara bagi pelaku balapan liar, polisi akan melakukan tilang dan mengamankan kendaraan selama dua hingga tiga bulan sesuai ketentuan.
“Untuk pelaku, kami lakukan penindakan tegas berupa tilang dan kendaraan bisa kami amankan kurang lebih dua sampai tiga bulan agar ada efek jera,” tegas AKP Ahmad Fandoli.
Selain patroli rutin, jajaran kepolisian juga mengintensifkan patroli blue light pada malam hari. Patroli ini tidak hanya bertujuan menekan balapan liar, tetapi juga mencegah tindak kriminalitas seperti pencurian kendaraan bermotor serta memantau titik rawan kemacetan dan lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya remaja.
Pihak kepolisian berharap langkah preventif dan represif yang dilakukan selama Ramadan dapat menciptakan situasi lalu lintas yang aman dan kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman tanpa gangguan aksi balapan liar. (Zy)


