Kerta Buana Dapat Tambahan 40 Titik Lampu Jalan, Prioritaskan Akses dan Jalan Tani

redaksi

Distriknews.co Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, khususnya penerangan jalan. Kepala Desa Kerta Buana, I Dewa Ketut Adi Basuki, menyampaikan bahwa desa mereka akan mendapatkan tambahan puluhan titik lampu jalan pada tahun ini, Sabtu (4/4/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari dukungan pemerintah melalui Dinas Perhubungan yang ditujukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama saat beraktivitas di malam hari.

“Kami baru mendapat informasi dari Dishub bahwa ada 40 titik penerangan jalan yang akan diberikan. Untuk tahun ini kemungkinan mulai dikerjakan pada bulan Juni,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan penerangan jalan di lingkungan desa tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena harus menyesuaikan dengan ketersediaan jaringan listrik. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan teknis dalam penentuan lokasi pemasangan.

“Jalan-jalan dalam lingkungan desa harus mengikuti jaringan listrik yang ada. Sebagian lampu jalan ini juga berasal dari program Perkim,” jelasnya.

Selain menyasar jalan utama desa, program penerangan juga akan difokuskan pada akses jalan usaha tani. Infrastruktur ini dinilai penting karena mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

“Kami juga mendapatkan program lampu penerangan untuk jalan usaha tani. Untuk jalan pertanian yang sudah diperkeras, ada sekitar 20 titik yang direncanakan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa panjang jalan usaha tani di wilayah tersebut mencapai sekitar 11 kilometer. Namun, hingga saat ini kondisi jalan tersebut masih dalam tahap agregat dan belum dilakukan pengecoran.

“Kalau jalan usaha tani panjangnya sekitar 11 kilometer, tapi saat ini masih agregat, belum dicor,” katanya.

Terkait lokasi pemasangan 40 titik lampu jalan tersebut, pihak desa saat ini masih melakukan pendataan bersama pihak kecamatan dan instansi terkait. Langkah ini dilakukan agar pemasangan benar-benar tepat sasaran.

“Untuk 40 titik itu masih dalam tahap pendataan. Kami belum menentukan lokasi pastinya, nanti akan didata bersama untuk melihat titik mana yang paling membutuhkan penerangan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa prioritas utama adalah wilayah yang masih minim penerangan, terutama jalur yang sering digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Dengan adanya tambahan penerangan ini, pemerintah desa berharap dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya petani yang kerap beraktivitas sejak dini hari maupun hingga malam hari.

“Harapannya tentu agar masyarakat lebih aman dan nyaman, serta aktivitas di desa bisa berjalan lebih baik,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?