Perwira Muda Polres Kukar, Ipda Fabiola Umaida, Wujud Nyata Semangat Kartini Masa Kini

redaksi

Distriknews.co KUKAR – Sosok perwira muda di lingkungan Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Ipda Fabiola Umaida, menjadi gambaran nyata semangat emansipasi perempuan di era modern. Di usia 23 tahun, perempuan asal Lampung ini telah menunjukkan dedikasinya sebagai anggota Polri yang bertugas di Kalimantan Timur sejak 2024.

Fabiola bukanlah sosok baru di Bumi Etam. Ia telah mengenal wilayah ini sejak masih berstatus taruni dalam kegiatan Latsitarda Nusantara XLIV/2024. Saat itu, ia menjalankan tugas pengabdian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yang kini menjadi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami sudah mengabdi di Kaltim ini sejak tahun 2024, dan kebetulan dari masa taruna,” ujar Fabiola, Selasa (21/4/2026).

Saat ini, Fabiola bertugas di Satuan Lalu Lintas Polres Kukar, setelah sebelumnya sempat ditempatkan di Samapta dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Timur. Pengalaman lintas satuan tersebut membentuk kemampuannya sebagai aparat penegak hukum yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Di luar tugasnya sebagai polisi, Fabiola juga dikenal luas di media sosial. Akun Instagram pribadinya memiliki lebih dari 200 ribu pengikut. Meski demikian, ia tetap menempatkan profesionalitas dan pengabdian sebagai prioritas utama.

“Sejak dulu saya memang bercita-cita menjadi polisi. Saya merasa profesi ini sesuai dengan passion saya, karena saya senang berinteraksi dengan masyarakat dan ingin bisa bermanfaat bagi orang lain,” katanya.

Menurutnya, menjadi anggota Polri bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas serta konsistensi dalam menjalankan tugas, terlebih di tengah lingkungan yang masih didominasi oleh laki-laki.

“Kuncinya adalah tetap menjadi diri sendiri, karena ketika kita mencoba menjadi orang lain, kita justru akan kehilangan karakter diri,” tegasnya.

Fabiola juga memaknai Hari Kartini sebagai momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam berbagai bidang. Ia menilai perempuan memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat maupun negara.

“Dalam memaknai Hari Kartini, saya melihat bahwa perempuan juga memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi. Bukan soal kesetaraan semata, tetapi bagaimana perempuan bisa berperan dan berkarya di berbagai bidang,” ujarnya.

Keberhasilan yang diraih Fabiola tidak lepas dari dukungan keluarga. Ia menyebut orang tua sebagai sumber motivasi terbesar dalam setiap langkah yang diambilnya.

“Motivasi terbesar saya adalah orang tua. Mereka selalu menjadi penguat dalam setiap langkah yang saya ambil,” ucapnya.

Lebih jauh, Fabiola juga menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya perempuan, agar tidak ragu dalam mengejar cita-cita.

“Setiap orang berhak untuk meraih cita-citanya, terlepas dari latar belakang atau gender. Yang terpenting adalah tetap menjadi diri sendiri dan berpegang pada prinsip dalam menjalani kehidupan,” pungkasnya.

Kisah Ipda Fabiola Umaida menjadi bukti bahwa semangat Kartini terus hidup dalam berbagai bentuk. Tidak hanya melalui gerakan besar, tetapi juga melalui dedikasi, kerja keras, dan keberanian perempuan dalam mengambil peran di tengah masyarakat.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?