Distriknews.co Halmahera Utara – Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap para pendaki yang terdampak erupsi Gunung Dukono, Jumat (8/5/2026). Sebanyak 20 pendaki dilaporkan berada di kawasan gunung saat aktivitas vulkanik meningkat.
Informasi kedaruratan diterima Basarnas melalui sinyal SOS dari perangkat Garmin di kawasan pendakian Gunung Dukono. Laporan tersebut kemudian diperkuat oleh Kepala Desa Mamuya yang menyampaikan adanya pendaki terdampak erupsi di wilayah Halmahera Utara, Maluku Utara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, mengatakan Tim Rescue Pos SAR Tobelo langsung diberangkatkan menuju lokasi setelah laporan diterima.
“Tim Rescue Pos SAR Tobelo bersama unsur potensi SAR langsung diberangkatkan menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono untuk melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi,” ujarnya.
Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan berkoordinasi dengan Polres Halmahera Utara dan BPBD Halmahera Utara untuk memantau kondisi aktivitas vulkanik dan menentukan jalur evakuasi aman bagi para pendaki.
Proses pencarian dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel karena kawasan gunung masih berpotensi mengalami lontaran material vulkanik, hujan abu, dan cuaca yang cepat berubah.
Hingga pukul 17.00 WIT, sebanyak 17 pendaki berhasil ditemukan selamat. Mereka terdiri dari tujuh warga negara asing asal Singapura dan delapan warga negara Indonesia. Dua pendaki lainnya juga turut membantu proses pencarian korban yang belum ditemukan.
Sementara itu, tiga pendaki masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan, yakni Heng Wen Qiang Timothy, Shahin Muhrez bin Abdul Hamid, dan Enjel.
Operasi SAR melibatkan Basarnas Pos SAR Tobelo, Polres Halmahera Utara, Kodim Tobelo, BPBD Halmahera Utara, serta masyarakat setempat. Tim SAR memastikan pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.


