Polres Kukar Pastikan Video Penampakan Pocong Bukan Terjadi di Tenggarong

redaksi

Distriknews.co Kutai Kartanegara – Warga Kutai Kartanegara sempat dibuat geger setelah beredar unggahan di media sosial yang menampilkan sosok menyerupai pocong di depan rumah warga pada malam hari. Dalam narasi yang menyertai unggahan tersebut, kejadian itu disebut terjadi di wilayah Tenggarong dan sekitarnya.

Informasi tersebut dengan cepat menyebar di berbagai grup percakapan warga dan media sosial hingga memunculkan keresahan di tengah masyarakat. Sebagian warga bahkan mengaitkannya dengan isu keamanan lingkungan.

Menanggapi hal itu, Polres Kutai Kartanegara memastikan video yang beredar bukan berasal dari wilayah Kukar. Polisi menyebut video tersebut merupakan rekaman lama dari daerah lain yang kemudian diberi narasi seolah-olah terjadi di Tenggarong.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Kukar, Ecky, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran bersama tim siber untuk memastikan asal video tersebut.

“Ini nanti kami pastikan lagi ya, bahwa video itu berasal dari Tangerang, bukan berasal dari Tenggarong,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Menurut Ecky, hasil pengecekan sementara menunjukkan ada pihak yang sengaja membingkai ulang atau mem-framing video tersebut agar terlihat seolah-olah terjadi di wilayah Kukar.

“Kami sudah cek ke tim cyber, bahwa itu bukan posisinya di Tenggarong, namun video yang berasal dari Tangerang dan di-framing terjadi di wilayah Tenggarong,” katanya.

Ia menjelaskan, polisi tetap melakukan pendalaman terkait penyebaran informasi tersebut. Namun untuk penanganan hukum terkait dugaan penyebaran hoaks, diperlukan adanya laporan resmi karena masuk dalam unsur delik aduan.

“Tentunya ada penyebaran berita hoaks, namun itu harus ada deliknya, delik aduan ya, harus ada yang melaporkan,” jelas Ecky.

Meski demikian, kepolisian memastikan tidak akan tinggal diam terhadap informasi yang berpotensi meresahkan masyarakat. Polisi akan terus melakukan klarifikasi terhadap berbagai informasi yang viral di media sosial agar masyarakat tidak terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya.

“Kami dari kepolisian tentu tidak hanya tinggal diam. Kami akan mengklarifikasi apakah berita itu hoaks atau tidak,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum diketahui sumber dan kebenarannya. Warga diminta tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap kabar yang belum terverifikasi.

“Saya harapkan masyarakat jangan risau dan jangan takut. Kalau memang ada peristiwa tindak pidana seperti pencurian atau begal, tentu akan kami tangani,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?