Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Dr. H. Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, meminta KAHMI Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mampu tampil lebih unggul dibandingkan daerah lain serta menjadi contoh dalam membangun organisasi alumni yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Rifqinizamy saat menghadiri pelantikan Pengurus Majelis Daerah (MD) KAHMI dan Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Kukar periode 2026-2031 yang berlangsung di Pendopo Odah Etam Tenggarong, Kamis (18/6/2026).
Dalam sambutannya, Ketua Komisi II DPR RI itu menyoroti menurunnya keterwakilan kader KAHMI di berbagai posisi strategis, baik di pemerintahan maupun lembaga legislatif. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang harus dijawab oleh organisasi alumni HMI.
Ia menilai salah satu penyebabnya adalah belum optimalnya kemampuan keluarga besar KAHMI dalam membaca dan beradaptasi dengan perubahan dinamika politik yang berkembang sangat cepat. Selain itu, persoalan kemandirian ekonomi kader juga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
“Biaya politik hari ini sangat mahal. Karena itu kita menjadi kurang kompetitif jika tidak memiliki kemandirian ekonomi yang kuat,” ujar Rifqinizamy.
Menurutnya, KAHMI tidak boleh hanya fokus pada aktivitas organisasi semata, tetapi juga harus memperkuat basis ekonomi kader agar mampu bersaing dan mengambil peran di berbagai sektor strategis. Mulai dari dunia usaha, politik, hingga profesi-profesi lainnya.
Rifqinizamy juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan kaderisasi. Ia tidak ingin terjadi kesenjangan antara para senior yang telah mencapai posisi penting dengan kader-kader muda yang justru kehilangan ruang untuk berkembang.
“Jangan sampai ada disparitas. Senior-senior kita berada di posisi puncak, sementara kader di bawah justru mati suri karena gagal menemukan pola pengembangan dirinya,” katanya.
Menurutnya, HMI dan KAHMI harus terus menjaga proses perkaderan agar regenerasi organisasi berjalan sehat. Dengan demikian, akan lahir kader-kader baru yang memiliki kemampuan, kemandirian, serta daya saing yang lebih kuat dibandingkan generasi sebelumnya.
Ia menilai karakter kader masa kini harus dibangun dengan paradigma yang berbeda. Tidak hanya memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga ditopang oleh kekuatan ekonomi yang memadai sehingga mampu berkompetisi dalam berbagai bidang.
“Dengan kondisi ekonomi yang kuat, kader akan lebih mudah berkiprah dan berkompetisi di dunia politik maupun sektor strategis lainnya,” ujarnya.
Di hadapan pengurus yang baru dilantik, Rifqinizamy turut menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran KAHMI dan FORHATI Kukar. Ia berharap kepengurusan yang dipimpin Ketua MD KAHMI Kukar sekaligus Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, dapat menghadirkan program-program yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Saya berharap KAHMI di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat melahirkan program-program yang memberi manfaat bagi masyarakat. KAHMI harus dikenal bukan hanya oleh keluarga besar alumni HMI, tetapi juga oleh masyarakat luas melalui kontribusi dan program-programnya,” tutupnya.
Rifqinizamy optimistis KAHMI Kukar memiliki modal yang kuat untuk berkembang dan menjadi salah satu organisasi alumni terbaik di Indonesia, asalkan mampu menjaga semangat kaderisasi, memperkuat kemandirian ekonomi, serta terus berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Reporter: Muhammad Zailany


