Distriknews.co, SAMBOJA – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-III tingkat Kecamatan Samboja Barat resmi dibuka di Desa Tani Bhakti, Sabtu (27/6/2026). Selain menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.
Pembukaan MTQ berlangsung meriah dengan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta peserta dari berbagai desa di wilayah Samboja Barat.
Camat Samboja Barat, Burhanuddin, mengatakan pelaksanaan MTQ tahun ini menjadi penyelenggaraan ketiga sejak Kecamatan Samboja Barat resmi terbentuk sebagai kecamatan baru di Kabupaten Kutai Kartanegara.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah melaksanakan pembukaan MTQ ke-III tingkat Kecamatan Samboja Barat. Ini merupakan perjalanan tahun ketiga penyelenggaraan MTQ sejak kecamatan ini terbentuk,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan MTQ secara bergilir di setiap desa merupakan bagian dari upaya memperkuat syiar Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kebersamaan masyarakat di seluruh wilayah kecamatan.
Burhanuddin menyebut MTQ pertama digelar pada tahun 2024 di Desa Margomulyo, kemudian dilanjutkan pada tahun 2025 di Desa Karya Merdeka, dan tahun ini Desa Tani Bhakti mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggara.
Menurutnya, pengalaman Kecamatan Samboja Barat saat menjadi tuan rumah MTQ tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2024 di Desa Margomulyo menjadi modal penting dalam menyukseskan pelaksanaan kegiatan keagamaan berskala besar.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Samboja Barat, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana, khususnya Pemerintah Desa Tani Bhakti yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini,” katanya.
Persiapan pelaksanaan MTQ sendiri telah dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Berbagai elemen masyarakat terlibat mulai dari penataan arena lomba, gotong royong lingkungan, hingga pemenuhan kebutuhan teknis pelaksanaan kegiatan.
“Dengan kerja sama seluruh pihak, pembukaan hari ini dapat terlaksana dengan baik dan kami menilai kegiatan berjalan sukses,” ungkap Burhanuddin.
Lebih jauh, pemerintah kecamatan juga ingin memastikan bahwa pelaksanaan MTQ tidak hanya memberikan manfaat dari sisi keagamaan, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Untuk itu, sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dilibatkan selama kegiatan berlangsung dengan membuka stan makanan, minuman, serta berbagai produk lokal yang dapat dinikmati peserta maupun pengunjung.
“Kami ingin MTQ ini tidak hanya menghadirkan syiar Al-Qur’an, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. UMKM dilibatkan sehingga warga dapat memperoleh tambahan pendapatan dari kegiatan ini,” jelasnya.
Burhanuddin berharap pelaksanaan MTQ ke-III ini mampu semakin menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kesejahteraan warga melalui aktivitas ekonomi yang tercipta selama pelaksanaan kegiatan.
“Selain mendapatkan nilai-nilai keagamaan, masyarakat juga bisa merasakan manfaat ekonomi. Ini yang menjadi kebanggaan bagi kami di Samboja Barat,” tutupnya.
Reporter: Muhammad Zailany


