Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, menyatakan partainya terbuka bagi siapa saja yang memiliki visi dan semangat yang sama untuk membangun daerah, termasuk apabila Rita Widyasari berkeinginan bergabung dengan PDI Perjuangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rendi saat memberikan keterangan kepada awak media, Selasa (30/6/2026). Menurutnya, keputusan untuk bergabung dengan partai politik merupakan hak setiap individu, sementara PDI Perjuangan membuka ruang bagi tokoh-tokoh yang memiliki komitmen terhadap pembangunan daerah.
“Kalau ditanya apakah Ibu Rita berpeluang bergabung dengan PDI Perjuangan, saya kira kalau beliau berkenan, kenapa tidak? Pintu selalu terbuka bagi siapa saja yang memiliki visi dan semangat yang sama untuk membangun daerah,” ujarnya.
Selain itu, Rendi juga menyambut baik apabila terdapat keinginan untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor pariwisata di Kutai Kartanegara, termasuk di kawasan Pulau Kumala yang selama ini menjadi salah satu ikon wisata daerah.
“Kalau memang Ibu Rita nantinya ingin berinvestasi di Pulau Kumala, tentu kami menyambut baik. Mudah-mudahan masih ada kesempatan untuk ikut membangun dan menambah daya tarik kawasan tersebut,” katanya.
Menurut Rendi, Pulau Kumala memiliki nilai historis tersendiri karena merupakan salah satu cita-cita pembangunan yang pernah digagas oleh almarhum Syaukani Hasan Rais semasa memimpin Kutai Kartanegara.
Ia mengaku tidak pernah menutupi bahwa sosok Syaukani menjadi salah satu panutan yang memengaruhi cara pandangnya dalam berpolitik.
“Memang Pulau Kumala adalah salah satu cita-cita almarhum Pak Syaukani, dan saya tidak pernah menutupi bahwa beliau adalah salah satu role model saya dalam dunia politik. Banyak nilai yang saya pelajari dari beliau, termasuk mengenai politik kejujuran,” ungkapnya.
Rendi menilai konsep politik kejujuran yang saat ini terus digaungkan PDI Perjuangan di Kutai Kartanegara tidak terlepas dari keteladanan yang pernah ditunjukkan oleh Syaukani Hasan Rais maupun Rita Widyasari selama memimpin daerah tersebut.
“Politik kejujuran yang hari ini kami gaungkan sebenarnya lahir dari keteladanan yang ditunjukkan oleh Ibu Rita dan Pak Syaukani. Kejujuran yang mereka tampilkan pada akhirnya mendapatkan tempat di hati masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat dalam berbagai kesempatan saat bertemu dengan Rita Widyasari. Menurutnya, dukungan yang muncul tersebut lahir secara alami tanpa adanya unsur paksaan maupun mobilisasi.
“Kita bisa melihat sendiri bagaimana antusiasme masyarakat yang datang menyambut Ibu Rita. Tidak ada paksaan, tidak ada mobilisasi, tidak ada yang diwajibkan untuk hadir. Masyarakat datang dengan kesadaran dan keinginannya sendiri,” katanya.
Terkait berbagai persoalan hukum yang pernah menimpa Rita Widyasari, Rendi menegaskan dirinya tidak berada dalam posisi untuk memberikan penilaian karena pada masa itu dirinya belum aktif berkecimpung di dunia politik.
“Saat peristiwa-peristiwa itu terjadi saya bahkan belum terjun ke dunia politik, sehingga saya tidak memahami secara utuh kronologi maupun persoalan hukumnya. Yang saya lihat adalah bagaimana wajah kepemimpinan, kebijakan, dan cara beliau berinteraksi dengan masyarakat selama memimpin,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap perjalanan kepemimpinan selalu memiliki sisi positif yang dapat dijadikan pembelajaran bagi generasi berikutnya, termasuk dalam membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat dan menjalankan politik yang berlandaskan kejujuran.
“Dari beliau saya belajar mengenai politik yang dibangun atas dasar kejujuran dan kedekatan dengan masyarakat. Nilai-nilai positif itulah yang saya ambil dan jadikan pelajaran dalam perjalanan politik saya,” tuturnya.
Rendi menegaskan bahwa berbagai kekurangan maupun persoalan yang pernah terjadi di masa lalu harus dijadikan bahan evaluasi bersama agar kepemimpinan di masa mendatang dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Adapun hal-hal yang kurang baik, tentu menjadi bahan pembelajaran bersama agar ke depan kita bisa lebih baik lagi dan benar-benar hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Muhammad Zailany


