Distriknews.co Tenggarong – Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, menggelar diskusi bersama komunitas BMX, skateboard, dan inline skate di Tenggarong, Selasa (31/3/2026). Pertemuan ini bertujuan menyatukan berbagai pandangan komunitas yang sebelumnya sempat berbeda terkait pembangunan fasilitas olahraga ekstrem.
Rendi menjelaskan, kegiatan tersebut memang sengaja digelar untuk mempertemukan seluruh komunitas agar bisa berdialog secara langsung. Hal ini penting mengingat sebelumnya muncul pro dan kontra terhadap hasil pembangunan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum.
“Malam ini misinya mempertemukan semua komunitas, karena sebelumnya ada pro dan kontra terhadap bangunan yang sudah dikerjakan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, fasilitas tersebut sebenarnya sempat direncanakan untuk segera diresmikan. Namun setelah dilakukan pengecekan, masih terdapat beberapa pekerjaan lanjutan yang akan dilaksanakan pada tahun ini, sehingga peresmian harus ditunda.
“Awalnya ingin langsung diresmikan, tapi ternyata masih ada pekerjaan lanjutan, jadi belum bisa sekarang,” jelasnya.
Menurut Rendi, pembangunan fasilitas ini memiliki tujuan besar, yakni meningkatkan kualitas sarana olahraga sekaligus mendukung potensi atlet di tiga cabang olahraga, yaitu BMX, skateboard, dan inline skate. Ketiganya diharapkan dapat berkembang secara bersamaan dalam satu kawasan.
Namun demikian, ia mengakui sempat terjadi gesekan antar komunitas karena masing-masing merasa belum sepenuhnya terakomodasi. Bahkan, beberapa pihak menilai fasilitas tersebut belum sesuai dengan harapan.
“Memang sempat ada gesekan, karena ada yang merasa belum terakomodasi. Ini juga jadi bahan evaluasi kita,” katanya.
Rendi menegaskan, pemerintah tidak ingin fasilitas yang dibangun justru mengalami malfungsi seperti yang terjadi di beberapa daerah lain. Oleh karena itu, masukan dari komunitas menjadi sangat penting agar fasilitas benar-benar sesuai kebutuhan pengguna.
“Banyak contoh di luar daerah fasilitas seperti ini tidak berfungsi optimal. Itu yang tidak kita inginkan terjadi di Kukar,” tegasnya.
Ke depan, pemerintah menargetkan kawasan ini dapat menjadi salah satu fasilitas terbaik di Indonesia untuk olahraga BMX, skateboard, dan inline skate. Saat ini, terdapat dua referensi utama yang menjadi acuan, yakni fasilitas serupa di Bali dan kawasan Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta.
“Target kita ke depan, ini bisa jadi yang terbaik di Indonesia. Kita punya lokasi strategis, pemandangan bagus, dan atlet yang potensinya tidak kalah,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pembangunan melalui studi banding ke daerah yang sudah memiliki fasilitas unggulan. Hal ini dinilai perlu agar standar fasilitas di Kutai Kartanegara bisa terus ditingkatkan.
Selain itu, Rendi memberikan perhatian khusus terhadap aspek keselamatan, terutama terkait keberadaan playground di sekitar area olahraga ekstrem. Ia menilai fasilitas tersebut sebaiknya ditiadakan karena berpotensi membahayakan anak-anak.
“Di beberapa daerah sudah ada kasus anak-anak tertabrak karena bermain di area itu. Jadi ini harus jadi perhatian serius,” katanya.
Untuk pengembangan ke depan, pemerintah akan memprioritaskan penyempurnaan fasilitas di Tenggarong terlebih dahulu. Setelah itu, barulah pengembangan akan dilakukan ke wilayah pesisir dan hulu.
Saat ini, pengelolaan kawasan masih menunggu penyelesaian beberapa fasilitas pendukung. Meski demikian, pemerintah menargetkan area tersebut sudah dapat mulai beroperasi tahun ini agar tidak terbengkalai.
“Targetnya tahun ini sudah harus bisa dimanfaatkan, supaya tidak jadi bangunan yang terbengkalai,” ujarnya.
Di akhir, Rendi juga mendorong komunitas, khususnya yang telah berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, untuk tidak ragu menyampaikan aspirasi. Ia memastikan pemerintah siap mendukung dan memfasilitasi kebutuhan komunitas.
“Kami minta teman-teman komunitas jangan minder. Sampaikan saja aspirasinya, karena pemerintah pasti akan mendukung, apalagi yang sudah membawa nama daerah,” tutupnya.
Penulis: Muhammad Zailany


