Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Agustus 2026. Program yang berlangsung lebih dari satu bulan ini menyasar seluruh sekolah dasar di Kukar sebagai upaya meningkatkan cakupan imunisasi sekaligus mencegah penyebaran penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), termasuk campak.
Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kukar, Budy Setiawan, mengatakan vaksin campak menjadi salah satu imunisasi yang diberikan dalam program tersebut. Namun BIAS tidak hanya berfokus pada campak, melainkan juga vaksin lain sesuai ketentuan pemerintah.
“Mulai awal Agustus kami melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Vaksin campak menjadi salah satu imunisasi yang diberikan, tetapi ada juga vaksin lain sesuai jadwal dan jenjang kelas,” ujarnya saat wawancara di kantor dinas kesehatan kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, seluruh puskesmas di Kukar akan mendatangi sekolah-sekolah yang berada di wilayah kerjanya untuk memberikan pelayanan imunisasi secara langsung kepada para siswa.
“Setiap puskesmas akan turun ke sekolah-sekolah sesuai wilayah kerjanya sehingga pelaksanaan imunisasi bisa menjangkau seluruh sasaran yang telah ditetapkan,” katanya.
Selain melalui BIAS, Dinkes Kukar juga terus melakukan swiping imunisasi secara aktif di seluruh 32 puskesmas. Pengawasan terhadap pelaksanaan imunisasi dilakukan setiap bulan guna memastikan cakupan imunisasi terus meningkat.
“Kami melakukan swiping imunisasi di seluruh puskesmas dan melakukan monitoring rutin setiap bulan agar tidak ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi,” jelas Budy.
Menurutnya, pelaksanaan BIAS menjadi semakin penting di tengah meningkatnya kasus campak di Kukar. Imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk membentuk kekebalan tubuh anak sehingga risiko penularan dapat ditekan.
“Campak adalah penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Karena itu kami mengajak seluruh orang tua agar mendukung pelaksanaan BIAS dan memastikan anak-anak mengikuti imunisasi sesuai jadwal,” ujarnya.
Dinkes juga mengingatkan bahwa pencegahan penyakit tidak hanya dilakukan melalui imunisasi. Pola hidup sehat tetap harus diterapkan dengan menjaga asupan gizi, istirahat yang cukup, serta segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, ruam kulit, mata merah, penurunan nafsu makan, maupun kesulitan menelan.
“Deteksi dini sangat penting. Semakin cepat diperiksa dan ditangani, maka risiko penyebaran penyakit akan semakin kecil. Karena itu kami berharap masyarakat tidak ragu membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul gejala yang mengarah ke campak,” pungkas Budy.
Reporter: Muhammad Zailany


