Program RT-Ku Terbaik Kukar Mulai Diverifikasi, Realisasi Ditargetkan Oktober 2026

redaksi

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Berbagai usulan kebutuhan masyarakat mulai dihimpun untuk pelaksanaan Program RT-Ku Terbaik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Usulan tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan fasilitas lingkungan hingga penanganan persoalan sosial warga.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar kini tengah melakukan verifikasi terhadap seluruh usulan yang masuk. Pemerintah daerah menargetkan program tersebut mulai direalisasikan pada Oktober 2026.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan regulasi pelaksanaan Program RT-Ku Terbaik telah disiapkan. Saat ini, pihaknya bersama kecamatan dan pendamping masih melakukan verifikasi untuk memastikan setiap kegiatan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis).

“Sekarang kami masih memverifikasi seluruh kegiatan. Regulasi programnya sudah selesai, jadi kami koordinasi dengan kecamatan dan pendamping untuk melakukan verifikasi,” ujar Arianto saat dihubungi, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, tahap awal pelaksanaan ditargetkan dapat dimulai pada Oktober apabila seluruh persyaratan administrasi telah terpenuhi. Mengingat waktu pelaksanaan pada 2026 hanya tersisa beberapa bulan, kegiatan yang dipilih juga akan mempertimbangkan kemampuan pengerjaannya hingga akhir tahun.

“Kalau memang belanja-belanja saja, tiga atau empat bulan itu masih memungkinkan. Kan tidak semua itu pembangunan dengan pengerjaan yang lama. Misalnya rehabilitasi rumah, itu kan tidak terlalu lama,” jelasnya.

Di sisi anggaran, DPMD Kukar belum menetapkan nominal yang akan digunakan pada tahap pertama. Sementara itu, rancangan Program RT-Ku Terbaik mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 juta untuk setiap RT.

Arianto mengatakan besaran anggaran tahap awal masih dibahas dengan mempertimbangkan kegiatan yang paling mendesak dan dapat ditangani langsung di tingkat RT.

“Kalau untuk besaran anggaran tahap pertama, kita belum tahu. Ini masih kita diskusikan, kegiatan apa yang memang urgen dan bisa ditangani di tingkat RT,” jelasnya.

Usulan yang masuk dari sejumlah wilayah menunjukkan kebutuhan masyarakat di tingkat RT cukup beragam. Selain pembangunan dan perbaikan infrastruktur, terdapat pula usulan yang berkaitan dengan penanganan warga miskin, termasuk bantuan biaya pengobatan bagi masyarakat kurang mampu.

“Usulannya macam-macam. Ada infrastruktur, ada juga penanganan warga miskin. Misalnya bantuan untuk biaya pengobatan masyarakat kurang mampu, beberapa kecamatan juga ada yang mengusulkan seperti itu,” terangnya.

Arianto menegaskan tidak seluruh usulan yang disampaikan otomatis dapat direalisasikan. Setiap kegiatan harus terlebih dahulu disesuaikan dengan juknis yang telah ditetapkan.

“Sepanjang usulannya masuk di juknis, ya bisa dilaksanakan,” tegasnya.

Ia menjelaskan Program RT-Ku Terbaik tidak semata-mata diarahkan untuk pembangunan fisik. Program tersebut juga mencakup ketahanan pangan, pelayanan dasar, pendataan masyarakat hingga penanganan berbagai persoalan sosial di lingkungan RT.

Selain membiayai kegiatan masyarakat, rancangan anggaran Rp150 juta per RT juga memperhitungkan kebutuhan operasional pengurus, termasuk insentif bagi ketua, sekretaris dan bendahara.

Menurut Arianto, keberhasilan program tidak dapat hanya diukur dari besarnya anggaran yang disalurkan. Hal yang lebih penting adalah manfaat kegiatan yang dilaksanakan bagi masyarakat.

“Yang penting bagaimana program itu memberikan dampak dan bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Dari tingkat lingkungan, program tersebut mendapat sambutan positif. Ketua RT 07 Kelurahan Bukit Biru, Saryono, mengatakan dukungan anggaran yang diberikan kepada lingkungan RT dapat membantu pengurus menangani kebutuhan masyarakat yang bersifat mendesak.

Menurut Saryono, sejumlah kegiatan telah dilakukan di lingkungannya, di antaranya renovasi musala, perbaikan jalan hingga renovasi pos ronda yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Ia juga mengatakan pihaknya telah menerima juknis Program RT-Ku Terbaik. Berdasarkan juknis tersebut, sejumlah kegiatan yang dapat diusulkan antara lain pembangunan dan perbaikan infrastruktur, bedah rumah serta bantuan sosial bagi masyarakat miskin.

Saryono berharap program tersebut dapat segera direalisasikan mengingat waktu pelaksanaan pada 2026 semakin terbatas. Ia khawatir pelaksanaan yang terlalu mepet dengan akhir tahun dapat membuat sejumlah kegiatan tidak terealisasi secara maksimal.

“Semoga program tersebut segera terealisasikan karena waktu yang dibutuhkan untuk realisasi sudah mepet. Kalau terlalu mepet, khawatir hal tersebut tidak dapat terealisasi,” ujarnya.

Ia juga berharap peningkatan alokasi anggaran menjadi Rp150 juta per RT dapat memperluas manfaat program bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan dana tersebut dapat menjadi ruang bagi RT untuk menangani kebutuhan warga yang belum terakomodasi melalui program pemerintah lainnya.

“Dengan ditingkatkannya menjadi Rp150 juta, kami berharap dapat lebih membantu kami di tingkat RT. Karena kadang kami mengusulkan belum tentu dapat diakomodir. Dengan adanya dana RT ini, kami bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?