BUMDes Muara Kaman Ulu Siapkan Pembenahan Usaha, Kerja Sama Tower Jadi Salah Satu Sumber Pendapatan

redaksi

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tengah menyiapkan pembenahan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar kegiatan usaha ke depan dapat berjalan lebih jelas dan terarah.

Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, mengatakan BUMDes di desanya sebelumnya bergerak pada sektor pertanian. Namun, kondisi usaha tersebut mengalami kendala akibat kemarau panjang yang berdampak terhadap kegiatan budidaya dan pemeliharaan kelompok.

“Untuk saat ini agak sulit saya jelaskan secara rinci. Yang jelas, BUMDes kami sebelumnya bergerak di bidang pertanian,” kata Hendra, Jumat (2/10/2026).

Ia menjelaskan, usaha yang berkaitan dengan tanaman, seperti kelapa dan sayur-mayur, serta kegiatan pemeliharaan kelompok belum berjalan dengan baik. Kondisi tersebut membuat pemerintah desa perlu melakukan evaluasi terhadap pengelolaan BUMDes.

“Karena ada kemarau panjang, usaha yang berkaitan dengan tanaman seperti kelapa, sayur-mayur, dan pemeliharaan kelompok juga tidak berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Hendra, pembenahan juga diperlukan agar unit usaha yang dijalankan BUMDes memiliki arah yang lebih jelas. Saat ini pemerintah desa masih menunggu proses pembentukan atau pemilihan kepengurusan baru yang direncanakan berlangsung tahun ini atau awal tahun depan.

“Untuk saat ini kami masih menunggu proses, mungkin tahun ini atau awal tahun depan akan dilakukan pemilihan atau pembentukan kepengurusan baru,” ungkapnya.

Hendra menilai keberadaan kepengurusan yang baru nantinya diharapkan dapat membantu memperjelas arah usaha BUMDes. Sebab, pengelolaan badan usaha desa membutuhkan unit usaha yang jelas sehingga dapat memberikan manfaat bagi desa dan masyarakat.

“Karena dalam pengelolaan BUMDes, usahanya harus jelas. Saat ini memang masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi,” katanya.

Di tengah proses pembenahan tersebut, BUMDes Muara Kaman Ulu juga memiliki kerja sama dengan Telkomsel dalam pemanfaatan aset desa untuk kebutuhan tower telekomunikasi. Aset desa tersebut disewakan kepada pihak Telkomsel.

Menurut Hendra, kerja sama tersebut menjadi salah satu kegiatan usaha yang saat ini masih berjalan. Kontrak kerja sama dengan pihak Telkomsel juga baru dimulai.

“Selain itu, BUMDes juga bekerja sama dengan Telkomsel terkait tower. Aset desa yang digunakan untuk tower tersebut kami sewakan kepada pihak Telkomsel,” jelasnya.

Ia menyebut masa kontrak kerja sama tersebut berlangsung selama satu tahun, meski Hendra menyampaikan masih perlu memastikan kembali detail kontraknya.

“Kontraknya baru berjalan dan kalau tidak salah kontraknya selama satu tahun dengan pihak Telkomsel,” tuturnya.

Terkait pendapatan, Hendra memperkirakan BUMDes Muara Kaman Ulu menghasilkan sekitar Rp10 juta dalam satu tahun. Namun, ia menegaskan angka tersebut masih berdasarkan ingatannya dan perlu dipastikan kembali agar tidak terjadi kesalahan penyebutan nominal.

“Untuk sementara, pendapatan dalam satu tahun dari BUMDes sekitar Rp10 juta, kalau tidak salah. Saya takut salah angka, tetapi seingat saya sekitar Rp10 juta,” katanya.

Hendra juga menjelaskan, pendapatan tersebut belum tercatat sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes). Untuk sementara, dana masih berada pada rekening pemerintah atau rekening yang berkaitan dengan pengelolaan BUMDes.

“Namun, pendapatan tersebut belum masuk sebagai PAD desa. Untuk sementara masih masuk ke rekening pemerintah atau rekening yang berkaitan dengan pengelolaan BUMDes,” pungkasnya. (Adv)

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?