Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan penyesuaian anggaran Program RT-Ku Terbaik untuk tahun 2026. Berdasarkan kesepakatan antara eksekutif dan DPRD Kukar, anggaran program yang sebelumnya direncanakan sebesar Rp100 juta kini ditetapkan menjadi Rp50 juta.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kukar, Arianto, mengatakan penyesuaian tersebut telah disepakati bersama setelah mempertimbangkan kondisi anggaran daerah serta masukan dari DPRD.
“Untuk program RT-Ku Terbaik, pada 2026 ini ada koreksi. Berdasarkan kesepakatan bersama DPRD dengan eksekutif, anggaran yang disalurkan sebesar Rp50 juta,” kata Arianto, Jumat (2/10/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya pemerintah menganggarkan Rp100 juta untuk program tersebut. Namun, berdasarkan permintaan Ketua DPRD dan setelah dilakukan berbagai pertimbangan serta analisis, nominal anggaran kemudian disepakati menjadi Rp50 juta.
Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp29 juta akan dialokasikan untuk kebutuhan operasional RT berupa insentif. Sementara sekitar Rp21 juta lainnya disiapkan untuk mendukung kegiatan yang diusulkan dan dilaksanakan di tingkat RT.
“Dari Rp50 juta tersebut, sekitar Rp29 juta digunakan untuk operasional RT berupa insentif. Kemudian sisanya, sebesar Rp21 juta, akan digunakan untuk kegiatan,” jelasnya.
Arianto menyebut penyaluran anggaran mulai dilakukan secara bertahap pada Oktober 2026. Sementara penggunaan dana kegiatan sebesar Rp21 juta masih dalam tahap kajian karena harus disesuaikan dengan waktu pelaksanaan yang tersisa sekitar tiga bulan hingga akhir tahun.
“Mulai Oktober ini, penyalurannya akan dilakukan secara bertahap. Untuk penggunaan Rp21 juta tersebut masih dikaji, kira-kira kegiatan apa yang dapat dilaksanakan dalam waktu tiga bulan terakhir 2026,” ujarnya.
Menurut Arianto, Program RT-Ku Terbaik sendiri telah berjalan. Pemerintah daerah juga telah menjalankan peraturan bupati beserta petunjuk teknis yang menjadi dasar pelaksanaan program tersebut.
Selain itu, pendamping untuk desa, kelurahan, dan kecamatan mulai diaktifkan sejak 1 Oktober 2026. Para pendamping tersebut akan memiliki peran dalam mengawal pelaksanaan program sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Mereka nantinya akan mengawal dan menyosialisasikan program tersebut, sekaligus mendampingi bersama tim kecamatan dalam melakukan verifikasi terhadap seluruh usulan,” katanya.
Arianto menegaskan, usulan kegiatan dalam Program RT-Ku Terbaik berasal langsung dari RT. Setiap usulan nantinya akan disesuaikan dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Dari RT. Program itu berasal dari RT sesuai dengan petunjuk teknis yang kita tetapkan,” tegasnya.
Namun, keterbatasan anggaran membuat tidak seluruh usulan dapat langsung direalisasikan. Pemerintah daerah akan melihat usulan yang masuk dan melakukan simulasi untuk menentukan kegiatan yang paling memungkinkan dilaksanakan selama tiga bulan terakhir 2026.
Sejumlah kebutuhan yang mungkin diusulkan RT di antaranya fasilitas internet gratis, infrastruktur maupun kegiatan operasional gotong royong. Kendati demikian, Arianto menegaskan jenis kegiatan yang akan direalisasikan masih menunggu hasil verifikasi dan penyesuaian dengan kebijakan serta kemampuan anggaran.
“Apakah nanti digunakan untuk fasilitas internet gratis, fasilitas infrastruktur, atau misalnya untuk operasional kegiatan gotong royong, itu masih akan kita lihat,” ungkapnya.
Pemerintah daerah juga ingin memastikan anggaran yang tersedia tetap memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, usulan dari setiap RT akan dikaji dengan mempertimbangkan dampak dan kesiapan pelaksanaannya.
“Kita akan melihat usulan-usulan dari RT, kemudian kita simulasikan mana yang mampu dilaksanakan. Sambil melihat kebijakan yang ada, kita ingin memastikan kegiatan yang dilaksanakan pada tiga bulan terakhir 2026 benar-benar bermanfaat, berdampak, dan dapat dirasakan oleh warga RT,” tutur Arianto.
Saat ini proses verifikasi usulan telah berjalan. Tim kecamatan bersama Pendekar tengah melakukan pemeriksaan terhadap usulan yang disampaikan RT sebagai bagian dari tahapan sebelum kegiatan ditetapkan.
“Dari yang semula kita anggarkan Rp100 juta, karena ada permintaan Ketua DPRD yang disampaikan, kemudian kita analisis dan akhirnya disepakati sebesar Rp50 juta yang disalurkan. Saat ini prosesnya sedang berjalan. Teman-teman kecamatan bersama Pendekar sedang memproses verifikasi usulan dari para RT,” pungkasnya. (Adv)
Reporter: Muhammad Zailany


