Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menegaskan keterlibatan TNI dalam pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan keamanan wilayah. Menurutnya, TNI juga memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kukar.
Hal itu disampaikan Aulia saat menyoroti kerja sama Pemerintah Kabupaten Kukar dengan TNI dalam sejumlah program pertanian, Senin (5/10/2026). Kolaborasi tersebut mencakup pembangunan irigasi, pemasangan pompa hingga dukungan terhadap kebutuhan pengairan lahan pertanian.
“Kita bekerja sama dengan baik di beberapa sektor, salah satunya sektor pertanian. Ada beberapa kegiatan yang kita laksanakan bersama-sama dengan bantuan TNI untuk masyarakat,” kata Aulia.
Menurut Aulia, dukungan tersebut diarahkan untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan kegiatan pertanian. Infrastruktur pengairan menjadi salah satu perhatian karena ketersediaan air sangat menentukan keberlangsungan produksi pertanian.
“Misalnya pembangunan irigasi, pemasangan pompa, dan beberapa kegiatan pertanian lainnya,” ujarnya.
Ia berharap berbagai program yang dikerjakan bersama tersebut dapat memberikan dampak terhadap produktivitas petani. Pemerintah daerah, kata dia, terus mendorong agar dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu memperkuat produksi pangan daerah.
“Dari hasil kegiatan tersebut, kita berharap dapat meningkatkan produktivitas para petani yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelasnya.
Tantangan pengairan juga menjadi perhatian pemerintah dalam menghadapi fenomena El Nino. Kondisi tersebut dapat memengaruhi ketersediaan air untuk lahan pertanian sehingga diperlukan langkah bersama untuk mencari sumber air dan memastikan kebutuhan sawah tetap terpenuhi.
“Terutama dalam menghadapi fenomena El Nino, kita bekerja sama untuk mencari sumber-sumber air dan bagaimana mengatasi kebutuhan pengairan di sawah-sawah kita,” kata Aulia.
Bagi Aulia, ketahanan pangan tidak dapat dipisahkan dari konsep ketahanan daerah secara keseluruhan. Karena itu, keterlibatan TNI dalam membantu sektor pertanian dinilai menjadi bagian dari kerja bersama antara pemerintah daerah dan unsur keamanan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Betul. Jadi, tidak sebatas menjaga keamanan wilayah saja. Keterlibatan TNI dalam sektor pertanian juga merupakan bagian dari ketahanan pangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, sektor pertanian merupakan bagian dari ketahanan pangan, sementara keamanan juga menjadi bagian dari ketahanan yang harus dibangun di daerah. Karena itu, menurutnya, makna ketahanan perlu dipandang secara lebih luas.
“Kalau kita bicara pertanian, itu bagian dari ketahanan pangan. Kita bicara keamanan, itu juga bagian dari ketahanan yang ada di daerah kita,” ujarnya.
Selain mendukung pertanian, Aulia mengatakan kerja sama dengan TNI juga dilakukan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kukar. Sinergi tersebut dilakukan untuk membantu memastikan kejadian karhutla dapat dikendalikan sehingga tidak meluas dan mengganggu masyarakat.
“Selain itu, kita juga bekerja sama dengan TNI dalam proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara, sehingga dapat dikendalikan dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Dandim 0906 Kutai Kartanegara Letkol Arm Benny Budiman mengatakan keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat. TNI bersama Polri diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dengan fokus komoditas yang berbeda.
“Sesuai dengan perintah Bapak Presiden, TNI dan Polri bergerak bersama-sama dalam mendukung ketahanan pangan. TNI diberikan tugas untuk membantu ketahanan pangan di bidang padi, sedangkan kepolisian di bidang jagung,” kata Benny.
Di Kukar, Benny mengatakan kolaborasi tersebut telah diwujudkan melalui sejumlah kegiatan. Salah satunya adalah pembangunan dan pencetakan sawah yang dilakukan di wilayah Samboja pada tahun sebelumnya.
“Contohnya, tahun lalu kami membangun dan mencetak sawah di wilayah Samboja,” ujarnya.
Saat ini, dukungan TNI diarahkan pada penguatan sistem pengairan untuk menunjang program ketahanan pangan. Kebutuhan air menjadi salah satu aspek yang dinilai perlu mendapat perhatian agar lahan pertanian yang sudah dikembangkan dapat terus dimanfaatkan secara optimal.
“Saat ini kami fokus pada dukungan terhadap pengairan. Kemarin juga sudah kami usulkan pembangunan pengairan ataupun sumur bor untuk mendukung kebutuhan air dalam program ketahanan pangan,” pungkas Benny. (Adv)
Reporter: Muhammad Zailany | Penyunting: Wanda Iqwatul Q.


