Camat Loa Janan akan hadir langsung untuk memberi apresiasi pada pelaksanaan Musabaqah Nadzom Qur’an (MNQ) di Desa Bakungan, simbol regenerasi dalam pengembangan tartil Al-Qur’an pada generasi muda. Kegiatan ini, yang merupakan tahun ke-11, diharapkan tidak hanya menjadi ajang lomba tetapi juga wahana pendidikan religius.
Panitia MNQ menyiapkan lima kategori lomba, termasuk tartil dan tilawah dewasa dan remaja. Camat Loa Janan nantinya memberikan sertifikat penghargaan dan tropi kepada pemenang sebagai bentuk stimulasi bagi peserta agar terus mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
Pemerintah Desa Bakungan mengintegrasikan agenda sosial dalam rangka MNQ. Usai lomba babak final, kegiatan donor darah dan pembagian sembako akan dilaksanakan di halaman masjid setempat, menunjukkan komitmen pada pelayanan masyarakat dan nilai kemanusiaan selama momen Ramadan.
Dukungan panitia terhadap pelaku UMKM juga disiapkan melalui stan bazar. Warga akan menjajakan produk lokal seperti kue, minuman buka puasa, dan kebutuhan sehari-hari dengan fasilitas booth gratis dan promosi dari media desa sehingga pelaku usaha mendapatkan ruang ekonomi.
Camat Loa Janan, dalam sambutannya, menekankan bahwa regenerasi tartil Quran dimulai dari level desa. Ia mengajak elemen masyarakat untuk aktif mendampingi dan memperhatikan perkembangan baca Quran generasi muda, agar terjadi transfer budaya spiritual lingkungan masyarakat.
Pemerintah Kecamatan dan desa pun telah merencanakan pelatihan tahfiz dan pertemuan rutin pengurus takmir masjid setelah MNQ selesai. Langkah ini dimaksudkan agar semangat latihan tartil yang tumbuh selama lomba tidak berhenti begitu acara berakhir.
Dengan pendekatan komprehensif—mengombinasikan aspek keagamaan, sosial, dan ekonomi—MNQ XI di Desa Bakungan diposisikan sebagai fondasi kuat dalam penguatan nilai kebersamaan sekaligus pemberdayaan warga di tingkat lokal.
Panitia berencana menjadikan kegiatan ini sebagai modal untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama desa. Evaluasi setiap tahun akan dilakukan, termasuk pelibatan penceramah profesional dan peningkatan kualitas audio-visual lomba untuk menjangkau lebih banyak warga tanpa batasan fisik.


