Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Loa Lepu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus melakukan upaya penanganan stunting melalui pemenuhan tambahan gizi yang dianggarkan dalam pemerintah desa.
Kepala Desa Loa Lepu, Sumali, mengatakan penanganan stunting di wilayahnya saat ini berjalan dengan baik. Jumlah anak yang mengalami stunting juga menunjukkan penurunan dibandingkan sebelumnya.
“Tertangani dengan baik. Artinya, kita berharap tidak ada stunting,” kata Sumali, Kamis (24/9/2026).
Ia menjelaskan, angka stunting di Desa Loa Lepu sebelumnya sempat mengalami peningkatan. Namun, setelah dilakukan penanganan dan pemenuhan tambahan gizi, jumlah tersebut berhasil ditekan.
“Di Loa Lepu sudah menurun dari yang sebelumnya sempat meningkat. Saat ini sudah tertangani dengan adanya pemenuhan tambahan gizi yang dianggarkan oleh pemerintah desa,” jelasnya.
Berdasarkan data terakhir yang dimiliki pemerintah desa, saat ini masih terdapat sekitar dua anak yang tercatat mengalami stunting di Loa Lepu.
Sumali menyebut jumlah tersebut telah mengalami penurunan cukup signifikan dalam kurun waktu satu tahun. Sebelumnya, jumlah anak yang tercatat mengalami stunting sempat mencapai enam orang.
“Untuk saat ini, berdasarkan data terakhir, angka stunting kurang lebih masih ada dua anak,” ujarnya.
Menurut Sumali, penurunan tersebut menjadi perkembangan positif dalam upaya pemerintah desa menangani persoalan stunting. Pemerintah Desa Loa Lepu pun menargetkan jumlah kasus dapat ditekan hingga tidak ada lagi anak yang mengalami stunting.
“Dulu sempat enam anak. Sekarang tersisa dua. Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa nol stunting,” katanya.
Ia memastikan target tersebut menjadi perhatian pemerintah desa dalam penanganan stunting. Pemenuhan tambahan gizi menjadi salah satu bentuk intervensi yang dilakukan untuk membantu memperbaiki kondisi anak.
Dengan tersisanya dua kasus berdasarkan data terakhir, Sumali berharap penanganan yang dilakukan dapat terus berjalan hingga seluruh kasus terselesaikan.
“Ya, sudah tidak ada lagi,” ujar Sumali saat ditanya mengenai target bulan depan agar tidak ada lagi kasus stunting di Desa Loa Lepu.
Pemerintah desa juga akan terus memantau kondisi anak yang masuk dalam penanganan agar upaya penurunan stunting dapat berjalan secara berkelanjutan.
Reporter: Muhammad Zailany


