Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus mempertahankan langkah pencegahan stunting meski hingga saat ini belum menemukan kasus stunting di wilayahnya.
Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, mengatakan kondisi tersebut menjadi hal yang disyukuri. Berdasarkan kondisi sementara yang dimiliki pemerintah desa, tidak terdapat anak yang terindikasi mengalami stunting.
“Untuk sementara ini, alhamdulillah, di tempat kami tidak ada kasus stunting. Karena kondisi anak juga terus berkembang,” kata Hendra, Jumat (2/10/2026).
Hendra menjelaskan, pertumbuhan fisik anak perlu dilihat berdasarkan ukuran dan indikator yang telah ditetapkan. Ia mengatakan kondisi tubuh anak yang terlihat lebih pendek tidak serta-merta dapat disebut sebagai stunting karena terdapat indikator tertentu yang menjadi dasar penilaiannya.
“Terkadang ada anak yang memang secara keturunan memiliki tubuh lebih pendek dan kemudian disebut stunting, tetapi kita menggunakan ukuran atau indikator yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Meski belum ditemukan kasus, pemerintah desa tidak ingin menganggap persoalan stunting sudah selesai. Menurut Hendra, upaya pencegahan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari menjaga tumbuh kembang anak.
“Untuk saat ini, alhamdulillah, belum ada kasus stunting. Mudah-mudahan juga tidak ada,” tuturnya.
Ia menegaskan, program pencegahan harus tetap berjalan tanpa bergantung pada ada atau tidaknya kasus stunting di desa. Artinya, kegiatan yang berkaitan dengan pencegahan tetap menjadi perhatian pemerintah desa bersama pihak terkait.
“Untuk sementara ini tidak ada. Tetapi program pencegahan tetap harus berjalan. Ada ataupun tidak ada kasus, program tetap harus dilaksanakan,” tegas Hendra.
Menurutnya, langkah tersebut penting karena kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak perlu terus dipantau. Pemerintah desa juga masih akan melakukan pemeriksaan kembali terhadap data terbaru untuk memastikan kondisi stunting di wilayahnya.
“Nanti data pastinya akan kami periksa kembali dan apabila sudah ada datanya akan kami sampaikan,” katanya.
Dalam pelaksanaan upaya pencegahan dan pemantauan kesehatan masyarakat, Pemdes Muara Kaman Ulu juga menjalin kerja sama dengan fasilitas kesehatan. Kolaborasi tersebut dilakukan bersama pihak puskesmas dan unsur yang memiliki peran dalam pemantauan tumbuh kembang anak.
Hendra menyebut kerja sama tersebut melibatkan tenaga nutrisionis, ahli gizi, serta kader Posyandu. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya desa memastikan pemantauan kesehatan masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Iya. Ada kerja sama dengan pihak puskesmas, termasuk tenaga nutrisionis, ahli gizi, dan pihak Posyandu,” jelasnya.
Dengan tetap menjalankan program pencegahan dan melibatkan tenaga kesehatan serta Posyandu, pemerintah desa berupaya mempertahankan kondisi kesehatan anak di wilayahnya. Data mengenai kondisi stunting juga akan terus diperbarui sebagai dasar untuk memastikan langkah pencegahan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pemdes Muara Kaman Ulu juga menempatkan pemantauan sebagai bagian penting dari upaya menjaga tumbuh kembang anak. Meski kondisi sementara menunjukkan belum adanya kasus, program pencegahan tetap dijalankan agar perhatian terhadap kesehatan dan pertumbuhan anak tidak berhenti. (Adv)
Reporter: Muhammad Zailany


