Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Program Terang Kampungku yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah direalisasikan di Desa Muara Ritan, Kecamatan Tabang. Sebanyak 40 titik lampu penerangan telah dipasang untuk menunjang kebutuhan penerangan masyarakat di wilayah tersebut.
Kepala Desa Muara Ritan, Ardy Maroni, menyampaikan bahwa pelaksanaan program tersebut telah dimulai sejak 2024. Lampu penerangan yang diperoleh melalui program Terang Kampungku kemudian dipasang di sejumlah titik yang dianggap membutuhkan penerangan.
“Alhamdulillah, pada 2024 kami sudah melaksanakan program Terang Kampungku. Dana yang disalurkan tersebut kami realisasikan untuk 40 titik lampu penerangan di daerah permukiman,” ujar Ardy, Selasa (6/10/2026).
Dalam perkembangannya, pemerintah desa melakukan penyesuaian terhadap lokasi pemasangan lampu. Tidak seluruhnya berada di kawasan permukiman, sebagian titik kemudian diarahkan ke fasilitas umum yang membutuhkan penerangan.
Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kelistrikan di wilayah pedalaman. Ardy menjelaskan, keterbatasan daya listrik menjadi salah satu kendala dalam pengoperasian lampu penerangan. Selain itu, sejumlah lampu juga mengalami kerusakan akibat tersambar petir.
“Kondisi listrik di daerah pedalaman memang agak terbatas dayanya. Jadi, ada beberapa lampu yang mengalami kerusakan. Kemarin juga sempat tersambar petir sehingga sebagian besar lampu mengalami kerusakan,” katanya.
Pemerintah Desa Muara Ritan kemudian melakukan perbaikan terhadap lampu yang mengalami kerusakan. Setelah diperbaiki, lampu kembali berfungsi, namun beberapa di antaranya kembali mengalami gangguan setelah digunakan dalam beberapa waktu.
“Namun, langsung kami perbaiki dan sudah kembali bagus. Setelah berjalan beberapa waktu, lampu tersebut kembali mengalami gangguan dan akhirnya mati lagi,” jelasnya.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah desa untuk mengatur kembali lokasi pemasangan. Untuk sementara, lampu Terang Kampungku diarahkan ke sejumlah fasilitas umum yang dinilai membutuhkan penerangan.
“Dari situ, untuk sementara ini lampu Terang Kampungku kami putuskan untuk ditempatkan di beberapa fasilitas umum, seperti lapangan, area perkantoran, serta gang-gang yang memang membutuhkan penerangan,” ujarnya.
Sebanyak 40 titik lampu yang direalisasikan telah mencakup seluruh RT di Desa Muara Ritan. Desa tersebut memiliki tiga RT dengan pembagian titik penerangan disesuaikan berdasarkan kondisi serta luas wilayah masing-masing.
Ardy merinci, RT 1 memperoleh 10 titik lampu, sedangkan RT 2 mendapatkan 20 titik karena memiliki wilayah paling luas. Sementara 10 titik lainnya ditempatkan di RT 3.
“Semua RT sudah terealisasi. Ada tiga RT di Desa Muara Ritan. Karena jumlahnya 40 titik, kami bagi komposisinya, yaitu 10 titik di RT 1, 20 titik di RT 2 karena wilayahnya paling luas, dan 10 titik di RT 3,” ungkapnya.
Dengan pembagian tersebut, seluruh RT di Desa Muara Ritan telah memperoleh bagian dari program Terang Kampungku. Pemerintah desa juga memastikan seluruh titik penerangan yang menjadi bagian dari program tersebut telah direalisasikan.
“Sudah, sudah terealisasi semua,” pungkasnya. (Adv)
Reporter: Muhammad Zailany | Penyunting: Wanda Iqwatul Q.


