Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Aplikasi Bestari yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dirancang menjadi basis data kewilayahan di tingkat rukun tetangga (RT). Ke depan, informasi yang dihimpun melalui aplikasi tersebut akan dibuka agar dapat diakses oleh pihak yang membutuhkan sesuai pengaturan yang ditetapkan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan pengembangan Bestari dilakukan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Kolaborasi tersebut mendukung penyediaan sistem informasi untuk mengelola data mengenai kondisi dan potensi wilayah RT.
“Nantinya aplikasi ini akan kami buka agar informasinya dapat diakses oleh pihak yang membutuhkan,” ujar Arianto, Minggu (25/10/2026).
Ia menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi dilakukan melalui kerja sama kedua perangkat daerah tersebut. Sementara itu, server aplikasi direncanakan ditempatkan di Diskominfo sebagai bagian dari dukungan infrastruktur teknologi informasi.
“Untuk pengembangannya, aplikasi ini dibangun oleh DPMD bersama Dinas Komunikasi dan Informatika. Servernya akan ditempatkan di Diskominfo,” jelasnya.
Bestari dirancang menghimpun informasi mengenai luas wilayah, jumlah penduduk, potensi ekonomi, UMKM, serta data sosial, kesehatan, dan pendidikan. Data tersebut diinput dan diperbarui oleh pengurus RT berdasarkan kondisi wilayah masing-masing.
Dengan tersedianya informasi dalam satu sistem, kondisi dan potensi setiap wilayah diharapkan dapat tergambar secara lebih terstruktur. Data tersebut juga berpotensi mendukung kebutuhan informasi bagi pihak yang berkepentingan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Meski demikian, pembukaan akses informasi perlu disertai pengaturan yang jelas. Data yang tersedia harus dikelola dengan memperhatikan kewenangan pengguna dan ketentuan perlindungan data, terutama untuk informasi yang berkaitan dengan penduduk secara individual.
Pengaturan akses menjadi penting agar pemanfaatan informasi tetap sesuai kebutuhan. Dengan demikian, penyediaan data kewilayahan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keamanan dan kerahasiaan informasi yang memang tidak ditujukan untuk konsumsi publik.
Arianto menjelaskan bahwa Bestari merupakan bagian dari program dedikasi RT-Ku Terbaik. Melalui program tersebut, pengurus RT didorong untuk mengelola informasi kewilayahan secara digital dan melakukan pembaruan data sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Selain Bestari, pemerintah juga mengembangkan aplikasi RT-Ku Terbaik untuk mencatat dan memantau kegiatan program. Kedua aplikasi mempunyai fungsi berbeda, tetapi saling mendukung dalam pengelolaan data wilayah dan administrasi kegiatan.
Bestari berfokus pada profil serta potensi RT, sedangkan aplikasi RT-Ku Terbaik digunakan untuk memantau proses kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan.
Melalui pengembangan bersama DPMD dan Diskominfo, aplikasi Bestari diharapkan mendukung pengelolaan informasi kewilayahan yang lebih tertata. Pemanfaatannya akan bergantung pada kesiapan sistem, ketepatan data, serta pengaturan akses bagi pihak yang membutuhkan. (Adv)
Reporter: Muhammad Zailany | Penyunting: Jauhari Fadli


