Disdik Kukar Tetap Terapkan Sekolah Tatap Muka, Pembelajaran Daring Dinilai Belum Optimal

redaksi

Distriknews.co Kutai Kartanegara — Dinas Pendidikan Kutai Kartanegara memastikan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026 tetap dilaksanakan secara tatap muka (luring). Kebijakan ini diambil sebagai respons atas wacana nasional terkait penerapan sistem sekolah berbasis daring (online).

Kepala Dinas Pendidikan Kukar, Heriansyah, menilai pembelajaran daring memang memiliki keunggulan dari sisi efisiensi. Namun, kondisi di daerah dinilai belum sepenuhnya mendukung penerapan sistem tersebut secara maksimal.

“Sekolah online itu tidak salah dalam rangka efisiensi. Tapi kalau melihat kondisi di Kukar, kami menilai belum bisa diterapkan secara maksimal,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Ia menjelaskan, pengalaman selama masa COVID-19 menjadi bahan evaluasi penting. Pada periode tersebut, pembelajaran daring dinilai kurang efektif dibandingkan sistem tatap muka, terutama dalam hal pemahaman materi oleh siswa.

Menurutnya, keterbatasan interaksi langsung antara guru dan siswa menjadi salah satu faktor utama. Selain itu, kedisiplinan belajar siswa juga cenderung menurun saat proses pembelajaran dilakukan secara online.

“Kalau tatap muka, anak-anak lebih terkontrol. Dari sisi disiplin, cara menerima pelajaran, itu berbeda dengan online,” katanya.

Tak hanya itu, peran orang tua dalam mendampingi anak saat belajar di rumah juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak semua orang tua memiliki waktu maupun kemampuan untuk memberikan pendampingan secara optimal.

Di sisi lain, faktor infrastruktur turut menjadi kendala signifikan. Ketersediaan akses internet serta perangkat pendukung seperti telepon seluler belum merata di seluruh wilayah Kutai Kartanegara.

“Akses internet, ketersediaan perangkat seperti telepon seluler, itu juga menjadi pertimbangan. Tidak semua siswa punya fasilitas yang memadai,” jelasnya.

Heriansyah menambahkan, kondisi tersebut berbeda dengan beberapa daerah di Pulau Jawa yang dinilai lebih siap dari sisi infrastruktur dan ekosistem pendidikan.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pihaknya memilih untuk tetap mengutamakan sistem pembelajaran luring guna menjaga kualitas pendidikan di daerah.

“Untuk Kukar, kami berpikir lebih baik tetap tatap muka. Ini untuk menjaga kualitas pendidikan anak-anak kita,” tegasnya.

Meski demikian, Disdik Kukar tidak menutup kemungkinan untuk mengadopsi sistem pembelajaran daring secara terbatas di masa mendatang, terutama jika kesiapan infrastruktur dan sumber daya telah memadai.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?