Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus menunjukkan komitmennya dalam pelestarian budaya lokal. Hal ini tercermin dalam penyelenggaraan Grand Final Pemilihan Duta Budaya Kukar 2025 yang berlangsung meriah pada Sabtu malam, 24 Mei 2025, di kawasan eks Taman Tanjong, Tenggarong.
Mengusung tema “Aksa Niscala – Ngehakoni Gawek Tradisi, Ngehakoni Malar Budaya”, ajang ini menghadirkan puluhan finalis muda yang menampilkan bakat, pemahaman budaya, dan kepedulian terhadap tradisi daerah. Masyarakat disuguhkan penampilan yang bukan hanya menghibur, tetapi juga edukatif.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menegaskan bahwa pemilihan ini bukan sekadar seleksi. Para pemenang akan menjadi representasi resmi Kukar di ajang Duta Budaya tingkat Provinsi Kalimantan Timur. “Mereka harus bisa jadi panutan, tidak hanya tahu budaya secara teori, tapi juga mampu menjaganya lewat aksi nyata,” kata Thauhid.
Duta terpilih nantinya akan diberdayakan dalam berbagai kegiatan resmi. Mereka akan mendampingi tamu daerah, mempresentasikan budaya lokal, serta menjadi wajah promosi seni dan tradisi Kukar. Ini sejalan dengan visi Pemkab untuk memperkuat diplomasi budaya melalui generasi muda.
Berdasarkan data dari kukarkab.go.id, Kukar memiliki lebih dari 10 warisan budaya tak benda yang diakui secara nasional, termasuk upacara adat Erau dan kesenian musik tingkilan. Fakta ini menunjukkan potensi budaya daerah yang besar jika dikemas dengan strategi promosi yang tepat.
Selain itu, program ini juga selaras dengan misi Dinas Pariwisata Kukar dalam Rencana Strategis 2021-2026 untuk menjadikan budaya sebagai pilar utama pengembangan pariwisata berkelanjutan. Duta Budaya diharapkan mampu menjembatani nilai tradisional dengan pendekatan modern yang lebih komunikatif.
Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat pemenang diumumkan. Gelar Sadi dan Sengkala menjadi simbol tanggung jawab besar yang diemban oleh para finalis. Tidak hanya sebagai gelar kehormatan, namun juga sebagai komitmen untuk aktif selama satu tahun dalam berbagai kegiatan kebudayaan.
Dengan adanya ajang seperti ini, Pemerintah Kukar mendorong regenerasi pelestari budaya dari kalangan muda. Harapannya, nilai-nilai luhur daerah tidak hilang tergerus zaman, tapi justru makin diperkuat lewat representasi generasi masa kini yang berpengetahuan dan bangga akan identitasnya.
(Adv/DiskominfoKukar)


